GOPOS.ID, GORONTALO – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban di Desa Pauwo, Kecamatan Kabila, mulai ramai dikunjungi masyarakat. Salah satu penjual sapi di wilayah tersebut, Fendri Mahful, mengungkapkan bahwa harga sapi tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau harga, mulai dari Rp7,5 juta sampai Rp25 juta,” ujar Fendri saat diwawancarai.
Fendri yang berusia 30 tahun menjelaskan bahwa kenaikan harga sapi terjadi karena kondisi pasar yang berbeda dibanding tahun lalu. Menurutnya, harga penjualan saat ini cenderung lebih tinggi. “Kalau kemarin mungkin penjualan di angka Rp14 juta, mungkin tahun ini sudah naik jadi Rp16 juta,” katanya. Meski harga meningkat, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban tetap cukup tinggi menjelang Iduladha.
Di lokasi penjualan tersebut tersedia berbagai jenis sapi, seperti sapi Bali, sapi limosin, dan sapi peranakan Bali. Seluruh sapi yang dijual merupakan milik pribadi Fendri tanpa melibatkan pemasok lain. Ia mengatakan setiap tahun mampu menyediakan lebih dari 100 ekor sapi. “Biasanya kalau pengalaman dari tahun-tahun kemarin sampai 100 ekor lebih,” ungkapnya.
Namun, hingga dua minggu menjelang hari raya, jumlah pembeli masih berkisar sekitar 50 ekor. Fendri menilai puncak pembelian biasanya terjadi mendekati hari pelaksanaan kurban. “Tinggal satu minggu atau sekitaran dua minggu sebelum hari H biasanya mulai ramai,” jelasnya. Ia optimistis jumlah pembeli akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Selain menyediakan berbagai jenis sapi, Fendri juga memastikan hewan yang dijual telah memenuhi syarat untuk dikurbankan. Menurutnya, rata-rata sapi yang dipasarkan telah berumur sekitar dua tahun dan memiliki ciri gigi dua atau “powel”. “Yang penting sudah ciri gigi dua, sudah bisa dikurbankan,” tuturnya. Dengan kualitas dan ketersediaan sapi yang memadai, ia berharap penjualan tahun ini dapat berjalan lancar hingga Iduladha tiba. (Laila-Mg)








