GOPOS.ID, GORONTALO – Kabar menggembirakan datang dari Badan Pusat Statistik yang merilis data ekonomi triwulan I tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo terbang tinggi di angka 7,68 persen. Capaian ini menjadi yang terbaik sepanjang lima tahun terakhir di kisaran 4-5 persen.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyambut baik dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai daerah yang ia pimpin sedang berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi Gorontalo Maju dan Sejahtera. “Alhamdulillah Berita Resmi Statistik sudah keluar yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo triwulan I 2026 di angka 7,68 persen. Hasil ini perlu disyukuri dan menggembirakan untuk kita semua,” kata Gusnar saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).
Data statistik menunjukkan bahwa kontributor utama ekonomi Gorontalo bersumber dari sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Sumber pertumbuhan terbesar berasal dari ekspor. Hampir seluruh lapangan usaha juga dilaporkan tumbuh positif, terutama di sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, transportasi, dan pergudangan.
“Hasil ini membuktikan pada kita semua bahwa APBD minim yang hanya Rp1,5 triliun tidak berarti pencapaian kita minim. Dengan semangat, fokus, dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan, Gorontalo terus maju dan berkembang,” sambungnya.
Gubernur Gusnar optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo di triwulan II hingga IV akan terus meningkat. Selain sektor pertambangan yang semakin berkembang, ekosistem komoditi pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendorong ekonomi warga. Termasuk program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta program lain dari pusat dan daerah.
Roda ekonomi juga akan semakin berputar seiring dengan akan digelarnya Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang dijadwalkan pada tanggal 20-25 Juni mendatang. Sekitar 30 ribu petani, nelayan, pelaku usaha, serta aparatur pemerintah pusat dan daerah akan berkumpul untuk mengikuti acara tersebut. (Putra/Gopos)








