GOPOS.ID, GORONTALO – Upaya meningkatkan kompetensi tenaga medis, khususnya dalam penanganan pasien gawat darurat, terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Workshop dan Simposium Gorontalo Anesthesia Update Care+ 2026 yang digelar di Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus Perhimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) cabang Gorontalo, yang akan dilanjutkan dengan simposium melibatkan dokter, perawat, hingga tenaga penata anestesi.
Ketua PERDATIN, dr. Romdon Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berbagi ilmu, tetapi juga bertujuan meningkatkan kompetensi dokter umum, terutama yang berada di garis terdepan pelayanan kesehatan.
“Dokter umum itu banyak bekerja di lini depan, di IGD. Di situ waktu sangat menentukan. Time saving is life saving,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi penting terkait penanganan pasien kritis, khususnya pada aspek jalan napas (airway) dan sirkulasi.
Menurut dr. Romdon, dua hal ini merupakan kunci utama dalam menyelamatkan pasien dalam kondisi darurat.
“Dengan peningkatan kompetensi ini, diharapkan penanganan pasien gawat darurat bisa lebih cepat dan tepat,” tambahnya.
Salah satu peserta, dr. Yoga, mengaku kegiatan ini sangat membantu dalam memperbarui pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.
“Penanganan gawat darurat itu sangat krusial karena berkaitan langsung dengan hidup dan mati pasien. Kegiatan ini benar-benar me-refresh pengetahuan kami,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan utama dalam kegawatdaruratan, yakni kemampuan mengenali gejala awal serta mengambil tindakan cepat dan akurat.
“Kita tidak bisa sembarangan bertindak. Harus ada ilmu dan keterampilan yang mumpuni, karena salah tindakan bisa memperburuk kondisi pasien,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para dokter diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi kritis, mulai dari gangguan jalan napas, masalah sirkulasi, hingga henti jantung.
Workshop ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kesiapan dan kompetensi tenaga medis di lapangan.
Dengan bekal ilmu yang terus diperbarui, harapannya keselamatan pasien dapat lebih terjamin karena dalam dunia medis, setiap detik sangat berarti. (Rama/Gopos)







