GOPOS.ID, GORONTALO – Sebanyak 318 orang, terdiri dari petugas dan warga binaan di Lapas Gorontalo, menjalani tes urine sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta komitmen pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara menyeluruh dan acak untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas hasil pemeriksaan. Pelaksanaan tes urine tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemasyarakatan bersih dari narkoba (Bersinar).
Pelaksana Tugas Kepala Lapas Gorontalo, Sahduriman, menyatakan bahwa tes urine diadakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus upaya preventif untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap yang melibatkan tim dari BNN Kota Gorontalo dengan prosedur pemeriksaan yang transparan. Setiap peserta menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional yang berlaku,” kata Sahduriman.
Dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh peserta, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, sehingga seluruh hasil dinyatakan negatif. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas pemasyarakatan.
“Tes urine ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan di dalam Lapas Gorontalo tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan oleh Kepala BNN Kota Gorontalo, Fikri Sjafri, yang memberikan apresiasi atas hasil pelaksanaan tes urine tersebut. Hasil negatif yang diperoleh menjadi indikator kuat bahwa upaya pencegahan dan pengawasan di Lapas Gorontalo berjalan dengan baik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan oleh pihak lapas. Ini menunjukkan sinergi yang baik dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Kami berharap komitmen ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya. (Putra/Gopos)








