GOPOS.ID, TILAMUTA – Sekitar 22 Ribu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Boalemo dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Para peserta tersebar di tujuh kecamatan serta 82 desa.
Dari 22 ribu peserta BPJS, yang dinonaktifkan ada 2 ribu peserta sudah berhasil diaktifkan kembali. Sementara 20 ribu peserta lainnya masih menunggu proses verifikasi dan perbaikan data, agar dapat kembali memperoleh layanan jaminan kesehatan
Hal tersebut disampaikan Bupati Boalemo, Rum Pagau saat memberikan arahan pelantikan enam Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) dan dua Penjabat Kepala Desa, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Rabu (11/3/2026).
Rum menegaskan, persoalan tersebut harus mendapat perhatian serius dari pemerintah desa dan kecamatan, karena berkaitan langsung dengan akses layanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS tersebut, pemerintah daerah harus melakukan proses verifikasi dan perbaikan data di masing-masing desa.
“Verifikasi akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial dengan didampingi camat serta kepala desa. Hal ini dilakukan karena menurut pemerintah pusat terdapat kesalahan data yang sebelumnya diberikan, sehingga data tersebut perlu diperbaiki kembali,” ujar Rum
Rum meminta seluruh kepala desa dan camat agar berperan aktif dalam memastikan keakuratan data masyarakat di wilayah masing-masing. Data yang valid dan tepat dinilai sangat penting, agar masyarakat yang berhak dapat kembali terdaftar sebagai peserta BPJS.
“Saya berharap kepada kepala desa Pengganti Antar Waktu maupun penjabat kepala desa yang baru dilantik benar-benar menjalankan tugas dengan baik. Jangan sampai amanah yang diberikan oleh masyarakat disia-siakan,” tutup Rum (Yusuf/Gopos)








