GOPOS.ID, GORONTALO – Di tengah hamparan ladang dan perbukitan yang hijau, ada kisah tentang sabar dan harapan yang bertahun-tahun disimpan oleh warga Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Sejak tahun 2010, jalan utama di desa itu lebih mirip kubangan lumpur ketimbang jalur penghubung. Setiap musim hujan datang, roda kendaraan nyaris tak bisa berputar, dan langkah kaki warga harus rela tenggelam dalam lumpur demi bisa membawa hasil panen ke pasar.
“Sudah lama kami mengeluh soal jalan ini. Sejak 2010, kondisinya sangat memprihatinkan,” tutur Udin Polimbato, tokoh masyarakat yang sejak dulu mengharapkan akses jalan bagi warganya.
Bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah urat nadi ekonomi dan kehidupan sosial. Karena jalan rusak, perputaran ekonomi tersendat, anak-anak terlambat sekolah, dan petani kesulitan menjual hasil panen.
Namun, awal tahun ini, harapan itu kembali hidup lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 126, Kodim 1315/ Kabupaten Gorontalo.
Deru mesin alat berat dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi pemandangan baru di Desa Tonala.
Jalan yang dulu penuh genangan kini perlahan mulai dirubah menjadi jalur kokoh yang menghubungkan harapan.
“TMMD ini seperti jawaban atas doa kami selama bertahun-tahun. Sekarang, warga bisa tersenyum karena akses menuju pasar dan sekolah jadi lebih mudah,” ungkap Udin penuh harapan.
Program TMMD bukan sekadar membangun fisik, tapi juga menumbuhkan kembali rasa percaya masyarakat bahwa perubahan itu nyata asal ada kemauan dan kebersamaan.
Kini, para Satgas TMMD tengah melakukan pengocoran jalan rabat beton. Ada getar haru yang ikut berputar dalam proses pengecoran jalan.
Getar yang mengingatkan, bahwa pembangunan bukan sekadar tentang beton dan aspal, tapi tentang menghadirkan harapan di setiap langkah warga desa. (Isno/gopos)







