GOPOS.ID, GORONTALO – Viral di sosial media facebook dugaan TNI di Gorontalo tepatnya di Desa Alo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango diduga memukul warga. Video beberapa detik itu seperti menunjukkan terjadi cekcok antara masyarakat dan TNI.
Namun hal tersebut tidaklah benar, hal ini dibantah langsung oleh pihak keluarga korban yang dimana malah menjadi dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang.
Regita Halib anak korban mengungkapkan terkait dengan permasalahan yang menimpa ayahnya tidak ada hubungan dengan pihak TNI yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap warga.
“Ayah saya dikeroyok usai pulang dari perusahaan GM oleh dua orang yang merupakan sepupu ayah saya,” tegasnya diwawancarai, Kamis 11-9-2025.
Gita menyampaikan, ayahnya dikeroyok dua orang yakni WN dan JN. Ayah Gita dikeroyok dengan cara di pukul menggunakan batu di wajah oleh salah satu pelaku serta di piting dibagian leher.
“Kira-kira hampir 30 menit ayah saya sempat mendapatkan pengeroyokan,” kata dia.
Saat dikeroyok ayah Gita tidak berdaya, beruntung ada beberapa warga yang sempat melihat dan melerai Pengeroyokan tersebut. Usai dikeroyok ayah Gita sempat memberikan perlawanan terhadap pelaku dengan memukul sekali terhadap salah satu pelaku.
“Usai memukul ayah saya kabur ke Polsek Bone Raya dengan kondisi penuh darah di bagian wajah,” tegasnya.
Saat itu kerabat ayah Gita yang berada di Polsek Bone langsung menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Usai mendapatkan informasi tersebut, Gita dan ibunya sempat Shok dan langsung memberitahukan kepada pihak keluarganya. Kebetulan pihak keluarga Gita juga ada yang berasal dari TNI.
“Saat itu kami semua langsung ke lokasi ayah saya dengan niat menjemput ayah saya bersama keluarga saya yang juga ada beberapa anggota TNI,” ucap Gita.
Gita menegaskan, kedatangan keluarganya ke Polsek Bone Raya yakni melihat ayahnya dan berniat menjemput ayah Gita ke rumah ibunya yang berada di Kecamatan Suwawa.
“Saat tiba di Polsek keluarga kami langsung melihat ayah saya dan berniat membawa ayah saya ke rumah,” ujar dia.
“Tidak ada Pengeroyokan seperti yang di Vidio, itu bukan pengeroyokan, dan tidak ada pemukulan, memang situasinya keluarga saya emosi melihat perlakuan pelaku yang saat itu membuat ayah saya sampai berdarah, namun tidak ada Pemukulan oleh anggota TNI yang merupakan keluarga saya,” sambungangnya menjelaskan.
Kata Gita, keluarga mana yang tidak akan emosi melihat keluarga, ayah dan kakaknya dipukul membabi buta hingga berdarah menggunakan baru dan dipiting. Sementara yang dipukul orang tua yang sudah tidak bisa melawan.
Usai dari kejadian tersebut, keluarga saya langsung meninggalkan Polsek dan membawa ayah saya ke rumah.
“Jadi ini murni tidak ada pengeroyokan TNI yang datang ke Polsek Bone Raya, keluarga saya hanya menjemput,” tandasnya. (Putra/Gopos)








