GOPOS.ID, GORONTALO – Musim Angin Timur yang berlangsung saat ini berdampak terhadap aktivitas nelayan di Gorontalo. Tiupan angin cukup kencang yang disertai gelombang (ombak,red) membuat para nelayan memilih parkir perahu. Alias tak melakukan aktivitas melaut.
Beberapa nelayan di Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo mengaku, kondisi angin Timur membuat ombak cukup tinggi. Hal itu cukup menggangu aktivitas para nelayan ketika melaut.
“Jadi selama musim ombak kami nganggur. Ini biasa terjadi di bulan Juni, Juli, Agustus sampai September dan biasa di bulan Agustus akan lebih besar (ombak),” ujar Sudin Gani salah seorang nelayan.

Baca juga: Korem Gorontalo Tangkap 2.650 Liter Cap Tikus
Sudin menerangkan untuk memancing di musim ombak seperti ini, hanya bisa dilakukan dengan menggunakan perahu yang berukuran besar.
“Kalau perahu besar dengan mesin tempel itu bisa, tapi kalau perahu kecil yang hanya pakai katingting itu tidak bisa, cuma ta parkir masuk garasi semua,” terangnya
Sudin mengaku, di hari biasa (di luar musim Angin Timur) dalam satu atau dua hari dia mampu menangkap ikan tuna. Namun ketika musim ombak ia beralih profesi menjadi seorang penjual makanan di sekolah.
“Ada juga pemasukan, biasa saya ba jual makanan ringan di sekolah. Dihari biasa kami biasa dapat antara satu atau dua hari Tuna untuk dijual,” tandasnya.
Sementara itu informasi yang diperoleh gopos.id dari Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG), dalam retang 20-21 Juli 2019 tinggi gelombang sekitar 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi Laut Sulawesi Bagian Timur. Termasuk di Teluk Tomini Selatan Gorontalo.(muhajir/gopos)