GOPOS.ID, GORONTALO – Unggahan konten kreator Ka Kuhu yang menyebut Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo dengan kata ‘seekor’ beberapa waktu lalu menyulut kemarahan sejumlah pihak di internal Muhammadiyah.
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Provinsi Gorontalo kembali mendatangi Polda Gorontalo untuk mengantarkan surat ke Kapolda Gorontalo sebagai komitmen AMM dalam mengawal kasus yang melibatkan eks Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo itu.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Gorontalo, Zainuddin. Zainuddin mengatakan apa yang disampaikan oleh Kuhu bukan lagi sebuah ungkapan kritik melainkan penghinaan.
Zainuddin menjelaskan, Muhammadiyah secara internal terbiasa dengan tradisi kritik otokritik. Sikap terbuka dengan kritik semacam ini, kata Zainuddin, yang membuat Muhammadiyah bisa bertahan hingga saat ini dengan usia yang lebih dari satu abad dengan amal usaha yang tersebar di seluruh dunia.
“Pada dasarnya, Muhammadiyah di berbagai level kepemimpinan termasuk pimpinan di amal usaha terbuka dengan kritik. Tapi yang disebutkan Kuhu bukan lagi kritik, itu sudah penghinaan,” kata Zainuddin saat ditemui, senin (08/12/25)
Ketua Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Gorontalo, Rochmat Gani juga menyebutkan hal senada. Menurutnya, sebagai konten kreator Kuhu harusnya memberi contoh yang baik kepada para pengikutnya.
“Kuhu harus tau kalo dia punya pengikut yang tidak sedikit. Dia harusnya memberi contoh yang baik,” ucap Rochmat.
Lebih jauh, Rochmat meminta agar Polda Gorontalo segera mempercepat proses penahanan Kuhu. Menurutnya, yang bersangkutan sudah berlebihan dan sudah sangat meresahkan.
“Tindakan yang dilakukan ini sudah berlebihan. Kami tidak tersinggung dengan kritik yang dia sampaikan, tapi sekali lagi kami tekankan bahwa kami tersinggung dengan penghinaan yang dia lakukan,” pungkasnya.








