GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Sorak-sorai penonton di bawah temaram lampu Aula SMA Negeri 1 Kota Gorontalo seakan berpadu dengan degup jantung seorang gadis, Sabtu (30/8/2025) malam tadi. Saat namanya diumumkan, Miswa Maritza Bempah berdiri dengan senyum yang tak hanya memantulkan rasa bangga, tapi juga perjalanan panjang penuh perjuangan.
Bagi Miswa, mahkota Putri Favorit SMANSA 2025 bukanlah sekadar simbol keindahan, melainkan buah dari disiplin, tekad, dan mimpi yang ia rawat sejak awal.
Sejak audisi pertama, pesona putri tersayang dari pasangan Irwan Bempah dan Misnawaty Wantogia itu sudah tampak berbeda. Tatapannya penuh keyakinan, suaranya lantang, dan tutur katanya rapi. Public speaking menjadi senjata utamanya. Namun, bukan hanya itu yang membuatnya menonjol. Dalam karantina intensif selama sebulan, Miswa menunjukkan dedikasi yang nyaris tanpa cela.
Setiap agenda ia ikuti dengan sungguh-sungguh baik itu pelatihan etika, kelas seni, hingga diskusi pengembangan wawasan. Di balik senyum lembutnya, tersimpan kedisiplinan baja yang membuatnya selalu menonjol di tengah puluhan finalis lain.
“Saya ingin menampilkan versi terbaik dari diri saya, bukan untuk terlihat sempurna, tapi agar bisa memberi inspirasi,”ungkapnya.
Putri kelahiran Suwawa ini memang tumbuh sebagai pribadi yang serba bisa. Lulus dari MTS Alislah, Miswa membawa jejak prestasi yang panjang. Ia pernah mengharumkan nama sekolah dengan meraih medali perak Olimpiade Sains tingkat nasional. Ia juga seorang hafiz Al-Qur’an, bukti kesungguhannya menjaga nilai-nilai spiritual di tengah kesibukan dunia akademik.
Tak berhenti disitu, lapangan voli menjadi arena lain tempatnya bersinar. Berkali-kali ia mengangkat trofi bersama timnya, menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja keras adalah bagian dari dirinya.
Di balik segala pencapaian itu, Miswa tetap sederhana. Ia tak ingin hanya dikenang karena mahkota yang kini bertengger di kepalanya. Bagi Miswa, penghargaan ini adalah jalan untuk membuktikan bahwa anak muda Gorontalo bisa berprestasi di banyak bidang tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai luhur.
Gelar Putri Favorit SMANSA 2025 hanyalah permulaan. Yang sesungguhnya ingin ia tunjukkan adalah bahwa kecantikan tidak akan pernah cukup tanpa kecerdasan, ketekunan, dan ketulusan hati.
Malam itu, sorak-sorai di aula SMANSA memang akhirnya mereda. Namun, kilau pesona Miswa Maritza terus menyala, meninggalkan jejak inspirasi bagi siapa pun yang menyaksikan langkahnya. (Indra/Gopos)