GOPOS.ID, KAB. GORONTALO – Poltekes Kemenkes Gorontalo melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk sosialisasi pemanfaatan Serbuk Instan Bunga Telang.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma PT yang wajib dilaksanakan oleh tenaga pendidik di setiap tahun dan sebagai bentuk partisipasi aktif dari PT untuk ikut mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan produktif.
Adapun Tim Pengabmas kali ini diketuai oleh Prisca Safriani Wicita, S.Farm, M.Farm.,Apt, yang merupakan tim Tim Dosen yang juga beranggotakan, Arlan K.Imran, S.Farm, M.Farm., Apt, dan Fitriah Ayu Magfirah Yunus, S.Farm serta juga ada Tim Mahasiswa yakni Mohammad Zikran Podungge, Nindy Dukalang, Arini Astari Mokodongan dan Moh. Rivaldi Suleman.

Kegiatan yang melibatkan Tim Dosen dan Mahasiswa Jurusan Farmasi ini melaksanakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di wilayah Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo dengan tema “Sosialisasi dan pemanfaatan Serbuk Instan Bunga Telang sebagai Minuman Fungsional Kesehatan Antihipertensi”. Peserta pada kegiatan ini adalah Para kader dan aparat Desa Dungaliyo yang diharapakan sebagai representatif dari masyarakat Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.
Ketua Tim Pengabmas, Prisca Safriani Wicita,S.Farm,M.farm.,Apt., mengatakan dasar dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam menyikapi data hasil survey pada Desa Dungaliyo dengan tingkat masyarakat dengan hipertensi yang terbilang cukup tinggi.
“Data-data ini menunjukkan perlu dilakukan suatu tindakan untuk mengurangi prevalensi hipertensi di Gorontalo baik pencegahan maupun pengobatan khususnya di Dungaliyo yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti tanaman obat yang dikenal masyarakat dengan istilah terapi herbal salah satunya dengan bunga telang yang memiliki efektivitas sebagai antihipertensi yang difomulasikan dalam sediaan serbuk instan,” ungkap dia.

Sosialisasi dan demonstrasi pembuatan serbuk instan bunga telang dijelaskan oleh ibu Fitriah Ayu Magfirah Yunus,S.Farm dibantu oleh mahasiswa. Dalam sosialisasi ini Arlan K imran,S.Farm,M.Farm.,Apt menambahkan bunga telang ini selain bisa dibuat menjadi serbuk instan dapat juga dikonsumsi dengan cara diseduh dengan air panas atau direbus dengan perbandingan 1:1. Pada tahap terakhir pengabmas, tim juga membagikan bibit bunga telang dan menjelaskan cara budidaya bunga telang yang mudah dan baik.
Selain itu, Kepala Desa Dungaliyo, Angki Adam S.Sos mengatakan pihak pemerintah Desa Dungaliyosangat mendukung kegiatan positif ini dan mengharapkan bahwa luaran kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi warga masyarakat khususnya dalam pemanfaatan bahan lokal tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat untuk mencegah dan mengobati Penyakit khususnya Hipertensi.

Rangkaian pengabmas yang berlangsung dalam tiga tahap ini memperoleh hasil evaluasi pengetahuan masyarakat di Desa Dungaliyo mengenai pemanfaatan Bunga Telang serta gambaran tekanan darah masyarakat yang diwakili oleh kader dan aparat desa.
Adapun hasil yang diharapkan dalam kegiatan pengabmas kali ini adalah terbentuknya desa Sehat dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan bunga telang sebagai antihipertensi, peningkatan skill masyarakat dalam pengolahan bahan alam sebagai produk obat, dan penurunan angka kejadian hipertensi di desa Dungaliyo. (rls/putra/Gopos)