No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Lonjakan Gagal Bayar Pinjol Anak Muda, Dosen UNG Soroti Kesenjangan Literasi Ekonomi dan Realitas Finansial 

Ramos by Ramos
Jumat 1 Mei 2026
in UNG
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
GOPOS.ID, GORONTALO – Fenomena meningkatnya gagal bayar pinjaman online (pinjol) di kalangan anak muda Indonesia menjadi sorotan serius. Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Meyko Panigoro, S.Pd, M.Pd, menilai persoalan ini bukan sekadar masalah kedisiplinan individu, melainkan cerminan dari lemahnya kesiapan generasi muda menghadapi realitas finansial di era digital.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2025, puluhan ribu rekening dari kelompok usia di bawah 19 tahun tercatat mengalami gagal bayar. Sementara itu, kelompok usia 19–34 tahun mencatat jumlah yang jauh lebih besar dengan nilai pinjaman yang signifikan. Angka ini dinilai sebagai indikasi adanya persoalan struktural dalam sistem pendidikan ekonomi di Indonesia.
Meyko menjelaskan bahwa selama ini pembelajaran ekonomi di sekolah masih didominasi pendekatan teoritis. Siswa lebih banyak mempelajari konsep seperti pasar, inflasi, dan fungsi uang, namun belum dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan pribadi. Akibatnya, banyak anak muda memahami teori ekonomi, tetapi kesulitan mengambil keputusan finansial dalam kehidupan nyata.
“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara literasi ekonomi yang diajarkan di ruang kelas dengan praktik sehari-hari, terutama dalam menghadapi layanan keuangan digital seperti pinjol,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemudahan akses pinjaman online dengan proses instan turut memperparah kondisi. Banyak anak muda mengambil pinjaman bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan dorongan konsumtif, tekanan sosial, atau kemudahan teknologi. Dalam konteks ini, pendekatan Behavioral Economics menjadi penting untuk memahami bagaimana individu mengambil keputusan dalam situasi nyata yang penuh godaan dan bias.
Dampak gagal bayar pinjol juga dinilai tidak berhenti dalam jangka pendek. Catatan kredit yang buruk dapat membatasi akses generasi muda terhadap pembiayaan formal di masa depan, seperti kredit rumah, kendaraan, maupun modal usaha. Hal ini berpotensi menghambat mobilitas ekonomi mereka dalam jangka panjang.
Meyko menekankan bahwa skor kredit seharusnya dipahami sebagai “reputasi finansial” yang perlu dijaga sejak dini. Namun, minimnya edukasi terkait hal tersebut membuat banyak anak muda tidak menyadari konsekuensi dari keputusan finansial yang diambil. Sebagai solusi, ia mendorong reformasi dalam kurikulum pendidikan ekonomi agar lebih kontekstual dan aplikatif. Pembelajaran perlu diarahkan pada praktik nyata seperti pengelolaan gaji pertama, pengambilan keputusan berhutang, hingga pemahaman risiko produk keuangan digital seperti pinjol dan paylater.
Selain itu, integrasi aspek psikologis dalam pembelajaran juga dianggap penting. Pemahaman mengenai perilaku konsumtif, pengaruh diskon, serta kecenderungan impulsif menjadi bagian dari literasi keuangan modern yang tidak dapat diabaikan.
“Pendidikan ekonomi harus lebih relevan dan responsif terhadap dinamika zaman. Kita tidak hanya butuh siswa yang paham teori, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang bijak,” tegasnya.
Fenomena gagal bayar pinjol ini, lanjut Meyko, harus menjadi alarm bagi dunia pendidikan dan sektor keuangan. Tanpa pembaruan pendekatan, Indonesia berisiko menghasilkan generasi yang memiliki akses luas terhadap layanan keuangan digital, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara bijak. (Rama/Gopos)
Baca Juga :  UNG Tancap Gas, Targetkan 55 Persen Prodi Terakreditasi Unggul di 2026
Tags: Bahaya PinjolUNG
Previous Post

May Day 2026 di Jember Berlangsung Damai, Bupati Dorong Harmoni Buruh dan Pengusaha

Related Posts

UNG

Konser Sastra HMJ Bastrasia Tutup Bulan Sastra 2026, Gaungkan Semangat Berkarya

Rabu 29 April 2026
Screenshot
UNG

Alumni UNG Bersinar, Yustika Isa Sabet Juara 2 Duta UMKM Gorontalo 2026

Senin 27 April 2026
UNG

Novriyanto Napu Berkiprah di Jepang, Dari Kelas English Conversation hingga Sister City Bekasi-Izumisano

Selasa 21 April 2026
UNG

Novriyanto Napu: Translanguaging dalam Pariwisata Jadi Kunci Pengalaman Wisatawan Global

Sabtu 18 April 2026
Prosesi wisuda secara luring di UNG, (Dok. UNG)
UNG

UNG Ubah Paradigma, Skripsi Tak Lagi Jadi Satu-satunya Syarat Kelulusan

Kamis 16 April 2026
UNG

UNG Tancap Gas, Targetkan 55 Persen Prodi Terakreditasi Unggul di 2026

Kamis 16 April 2026

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Ilustrasi Kecelakaan. (Shutterstok)

    Siswi SMA Tewas Tertabrak Truk Kontainer di Limboto Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Kecelakaan Maut di Limboto Barat: Sopir Tak Sadar Seret Motor Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus TKI Bergulir, Kepala Bappeda Gorontalo Kembali Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok Pemadaman Listrik Selama 7 Jam di Beberapa Wilayah di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sampul Belakang Nobar Film “Pesta Babi” di Gorontalo, Bangun Kesadaran soal Tanah dan Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.