No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

EUFORIA, TEPUK TANGAN DAN PIALA DUNIA

Muhajir by Muhajir
Sabtu 3 Desember 2022
in Perspektif
0
Dosen Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo Funco Tanipu ST MA, (dok. UNG)

Dosen Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo Funco Tanipu ST MA, (dok. UNG)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Funco Tanipu

Apa yang bisa kita pelajari dari Piala Dunia 2022 di Qatar?

Ada dua hal yang bisa kita pelajari yaitu euforia dan tepuk tangan. Baru menang sekali saja melawan Argentina, Arab Saudi sudah euforia luar biasa. Tepuk tangan membahana. Banjir hadiah.

Bagi mereka, itu seperti Final Piala Dunia, padahal belum. Itu hanya tepuk tangan saja. Sesaat.

Tapi apa yang bisa kita lihat pada Argentina? Milyaran cercaan yang mereka terima dan jutaan olok-olok. Tapi apakah mereka pasrah pada keadaan? Tidak.

Mereka berupaya untuk melawan keadaan, memaksa diri, berlatih lebih keras dan mempertaruhkan segalanya. Dari itu, mereka bisa mengalahkan Polandi dan Meksiko, hingga menjadi juara Grup.

Mereka menaruh harapan setinggi langit, mereka tahu bahwa kekalahan sekali bukan akhir dari segalanya, bukanlah kiamat. Mereka tetap berjuang, hingga tetes darah penghabisan.

Apalagi yang lain? Fakta bahwa Korea Selatan tidak mungkin lolos ke fase perdelapan final. Bayangkan, mereka kalah dengan Ghana, dan memetik nilai seri dengan Uruguay, hingga menempatkan mereka di posisi juru kunci grup. Tidak ada yang membayangkan mereka bisa lolos, karena pada laga terakhir, mereka akan menang melawan Portugal. Tapi, tak ada yang tak mungkin, mereka lolos ke perdelapan final mengalahkan Portugal.

Baca Juga :  Terimakasih Pak Anas, Selamat Bertugas Pak Hendriwan

Demikian pula dengan Jerman, peraih empat kali Piala Dunia. Siapa yang bisa menyangka Jerman tidak lolos. Tak ada yang meragukannya. Tapi karena kepuasan dan merasa diri hebat, membuat mereka lupa bahwa lawan mereka sedang gigih-gigihnya berjuang. Lihatlah Jepang, bisa mengalahkan Spanyol dan Jerman itu sendiri. Tak disangka-sangka. Sampai jarang orang mau bertaruh judi memegang Jepang.

Fakta Piala Dunia yang sedang berlangsung adalah pelajaran luar biasa. Euforia yang didasari pada tepuk tangan membuat diri lupa, bahwa perjuangan masih panjang. Tidak menyerah, namun lalai. Pada kelalaian dan cepat puas hingga merasa nyaman hanya dengan tepuk tangan membuat semua bisa buyar.

Jika kita lihat sebagian besar kepemimpinan baik di pusat, daerah maupun berbagai institusi, kenyamanan itu merusak, euforia jangka pendek, hingga tepuk tangan, membuat banyak yang kalah, berkalang tanah dan pupus cita-cita.

Baca Juga :  Kepahlawanan Habib Idrus bin Salim Aljufri di Mata Abna Alkhairaat

Perlu diingat, yang bisa membunuh nyamuk itu hanya tepuk tangan, apalagi dengan cairan pembunuh nyamuk.

Mereka yang berhasil, menaklukan zaman, melintasi rintangan dan menerjang gelombang adalah orang-orang yang tidak cepat puas, tidak gampang menyerah dan apalagi hanya runtuh dengan tepuk tangan.

Memang banyak manusia yang gampang terlena dengan tepuk tangan, hanya tepuk tangan bisa membuatnya limbung. Padahal, misalnya dia seorang pemimpin, banyak harapan yang melekat padanya, ada banyak manusia yang berharap keputusan pentingnya, yang tentunya untuk kemaslahatan.

Potensi, kemampuan hingga kompetensi serta kapasitas adalah anugerah, sekaligus hidayah. Tidak semua orang memiliki itu, dan kesempatan itu tidak datang pada setiap orang. Hanya yang terberi. Tapi jika itu tidak disyukuri, maka potensi, kapasitas dan kompetensi malah akan mengarah pada kekufuran, atau kufur nikmat.

Karena itu, pelajaran tentang Piala Dunia tidak bisa dijadikan hiburan semata, ada hikmah dibalik itu, yang menjadi refleksi bagi kita sekalian.***

Penulis merupakan Dosen Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo

Tags: Funco TanipuPerspektifPiala Dunia
Previous Post

Diwawancarai Reporter Qatar, Suporter Korea Selatan Ini Pukau Netizen Karena Fasih Bahasa Arab

Next Post

Aleg Dekot Gorontalo Cek Progres Pekerjaan Paving Blok di Wongkaditi Timur

Related Posts

Dosen Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo Funco Tanipu ST MA, (dok. UNG)
Perspektif

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Senin 14 September 2026
Perspektif

Indrawati Gobel dan Idah Syahidah, Dua Srikandi di Puncak Politik Gorontalo

Senin 14 September 2026
Nelson Pomalingo
Perspektif

Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Kamis 20 Agustus 2026
Dr. Husin Ali, S.Pd., M.A.P., CPOf.
Antropolog | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo | Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo
Perspektif

KOTA YANG MENCARI ANAK-ANAKNYA

Sabtu 15 Agustus 2026
Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Selasa 28 Juli 2026
Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Next Post
Aleg DPRD Kota Gorontalo, Dapil III, Saat melakukan reses masa sidang ke satu tahun 2022. Foto istimewa

Aleg Dekot Gorontalo Cek Progres Pekerjaan Paving Blok di Wongkaditi Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.