Gorontalo Gorontalo Hebat

Demi Rakyat Gorontalo, Rusli Pasang Badan untuk RS Ainun Habibie

GOPOS.ID, GORONTALO – Kritikan yang terus dilontarkan pihak tertentu untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie tak mengoyahkan tekad Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie untuk tetap membangun RS Ainun agar nantinya menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur.

Tidak hanya itu, kehadiran rumah sakit yang hampir 60 persen ranjang inap bagi rakyat kurang mampu mampu mengatasi persoalan kesehatan di Gorontalo.

Menanggapi kritikan itu, Rusli Habibie menilainya sebagai hal biasa biasa saja. Sebab dirinya sebagai gubernur tak bisa memberikan kepuasan, karena ini persoalan kebijakan untuk rakyat yang telah tertuang di 8 program unggulannya.

“Kritikan itu biasa. Saya tak bisa larut dalam kritikan yang tidak membangun sepeti itu. Kalau kita larut, yah matilah pembangunan di Gorontalo ini Kita tidak akan berkembangan dan semakin tertinggal,” kata Rusli Habibie, ketika ketika dihubungi Jumat (20/7/2019) terkait yinyiran orang soal pembangunan rumah sakit Ainun, akhir-akhir ini.

baca juga : Sukses Bangun Gorontalo, Rusli Habibie Dijuluki Bapak Pembangunan

Menurutnya, menanggapi omongan yang tidak membangun seperti itu jika ditanggapi hanya buang energi. Karena akan terjebak diperdebatan kosong dan tidak akan menghasikan percepatan pembangunan Gorontalo. Sebab orang yang mengkritik itu belum ada bukti membangun sebuah daerah.

“Jadi ngapain saya menanggapinya. Demi masyarakat Gorontalo, saya berada di paling depan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. RS Ainun adalah aset masa depan Provinsi Gorontalo,” ungkapnya sambil mempertegas dirinya tetap akan jalan terus dan fokus pada pembangunan Provinsi Gorontalo.

Meski demikian, Rusli tetap memberikan ruang kepada masyarakat Gorontalo untuk memberi saran. Selama saran tersebut membangun Gorontalo, Rusli akan berupaya untuk menindaklanjutinya. Pemprov Gorontalo sangat terbuka untuk itu. Bahkan Rusli tantang berdebat soal konsep pembangunan, jangan hanya pintar mengkritik, tapi tak mempu memberi solusi. (**)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *