Gorontalo Info Pasar

Barito Picu Inflasi di Kota Gorontalo Selang November 2019

GOPOS.ID, GORONTALO – Bahan makanan seperti tomat sayur, cabe rawit, dan bawang merah (Barito) memicu kenaikan indeks/inflasi sebesar 0,23 di bulan November 2019 di Gorontlo. Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo ketika merilis Indeks Harga Konsumen bulan November 2019, Senin (2/12/2019).

“Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,89 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,01 persen,” kata Ir. Abdul Asman M.Si Kepala Bidang Stastistik, BPS Provinsi Gorontalo.

Grafis

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,08 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar -0,04 persen. Ada juga kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar -0,03 persen. Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks adalah kelompok kesehatan.

“Laju inflasi tahun kalender sebesar 2,66 persen dan laju inflasi ‘year on year’ (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,25 persen,” paparnya.

Barang yang Mengalami Kenaikan Harga di November

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2019 antara. Mie kering instan, daging sapi, bandeng/bolu, mujair, nila, udang basah. Susu kental manis, susu untuk balita, susu untuk bayi, telur ayam ras. Daun bawang, ketimun, kol putih/kubis, tomat sayur, kacang tanah, apel, jeruk, bawang merah, bawang putih, lada/merica. Cabai rawit, jahe, kunyit, minyak goreng, rokok kretek, rokok kretek filter, rokok putih, cat tembok. Sewa rumah, lilin. Air conditioner (AC), kasur, kompor, baju kaos bekerah laki-laki, celana dalam pria, kaos dalam singlet laki-laki, kemeja panjang batik laki-laki, kemeja panjang katun laki-laki. Kemeja pendek katun laki-laki, celana panjang katun wanita, baju muslim anak-anak, dan kerudung/jilbab.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah ayam hidup, daging ayam kampung,daging ayam ras, baronang, bubara, cakalang/sisik, deho, ekor kuning, kakap merah, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso. Layang/benggol, malalugis/sohiri, selar/tude, tuna, galafea, ikan asin belah, teri, bayam, kacang panjang, kangkung. Kentang, sawi hijau, tauge/kecambah, terong panjang, wortel, nanas, jeruk nipis/limau, kemiri, cabai merah, gula pasir. Besi beton, kayu lapis, seng, bahan bakar rumah tangga, sabun cair/cuci piring, sabun detergen bubuk, celana panjang jeans, daster. Mukena, emas perhiasan, televisi berwarna, dan angkutan udara. (andi/gopos)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *