No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Ditilang Polisi Karena Belum Bayar Pajak, Polantas Bisa Dilapor, Ancaman Hukumannya 8 Tahun Penjara

Admin by Admin
Rabu 24 Agustus 2022
in Hukum & Kriminal
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Operasi Lalu Lintas yang sering kali dilakukan oleh aparat kepolisian, khususnya Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) terkadang membuat masyarakat kesal. Ada-ada saja alasan atau faktor yang membuat polisi menilang pengendara yang dinilai melakukan pelanggaran. Termasuk jika ada pengendara yang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) belum dibayarkan, Polantas sering kali melakukan penilangan terhadap pengendara tersebut.

Dikuti dari keterangan advokat Yosep Parera dari channel Youtobe Rumah Pancasila dan klinik Hukum dijelaskan bahwa Polisi atau Polantas tidak berhak menilang sesorang yang pajak kendaraan atau PKB-nya belum dibayar. Jika ada polisi yang melakukan penilangan terhadap masyarakat, masyarakat pun berhak untuk mengadukan polisi tersebut ke pihak yang berwajib.

Dikatakan Yosep bahwa oknum polisi tersebut bisa dilaporkan dengan delik Pidana dengan pasal 333. Dimana pasal ini berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja menahan (merampas kemerdekaan) orang atau meneruskan tahanan itu dengan melawan hak, dihukum penjara selama-lamanya delapan tahun”.

Dasar hukum masyarakat bisa melaporkan oknum polisi yang melakukan penilangan tersebut dilihat dari Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang berlaku 5 tahun. Kemudian dibagian lampiran terdapat Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran PKB. Yang harus dibayarkan setiap satu tahun sekali.

“Yang menjadi masalahnya adalah polisi selalu menganggap ketika tidak membayar PKB, berarti STNK-nya tidak berlaku. Ini adalah sebuah kekeliriuan, dasarnya polisi selalu memakai Pasal 288 ayat 1 UU Lalu Lintas,”ucapnya.

Dimana dalam pasal 288 ayat 1 UU Lalu Lintas tersebut berbunyi, “Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan ole Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 5 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu”.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Denda Pajak STNK Dihapus

Sehingga penilangan terhadap pasal ini didasarkan pada pelanggaran Pasal 106 ayat 5 huruf a, bukan pasal 70. Dimana dalam Pasal 106 ayat 5 huruf a dikatakan dengan jelas bahwa ‘Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib menunjukkan; a. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kenderaan Bermotor;”.

Baca juga: Gara-gara Senggolan Motor, Driver Ojol di Gorontalo Babak Belur Dikeroyok

“Jika anda tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kenderaan Bermotor maka anda dapat dilakukan penilangan di jalan oleh polisi. Sedangkan polisi lalu lintas menyatakan bahwa ada ketentuannya. Dimana? di Pasal 70 ayat 2 UU Lalu Lintas,” beber Yosep.

Dijabarkan Yosep bahwa pada pasal 70 ayat 2 UU Lalu Lintas disebutkan bahwa Tanda Kendaraan Bermotor dan tanda Nomor Kendaraan Bermotor Berlaku selama 5 tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.

“Harus digaris bawahi dulu, berlaku selama 5 tahun. Anda harus baca penjelasannya pak Polisi! Di dalam penjelasan dalam pasal 70 ayat 2 secara tegas dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘pengesahan setiap tahun’ adalah sebagai pengawasan tahunan terhadap registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor serta menumbuhkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor,” jelasnya.

Dengan penjelasan pasal 70 ayat 2 itu bukan berarti STNK-nya tidak berlaku, namun maksudnya dilakukan registrasi dan identifikasi ulang kendaraan bermotor dan untuk membuat agar semua orang yang memiliki kendaraan bermotor untuk taat melakukan pembayaran pajak.

“Jika anda bersitegas melakukan penilangan terhadap pengendara, anda musti ingat! Untuk melakukan tindakan hukum terhadap seseorang harus sudah dibuatkan dasar hukumnya terlebih dahulu. Actus Reus-nya mesti ada -aturan hukum yang memiliki unsur-unsurnya harus ada. Maka undang-undang lalu lintas harus ditambahkan Pasal yang menyatakan kalau anda tidak mampu menunjukkan surat pembayaran PKB sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 ayat 2 anda umpamanya dihukum dengan penjara sekian tahun, atau denda sebesar sekian rupiah. Di dalam Undang-Undang Lalu Lintas tidak ada aturan tersebut. Maka Actus Reus tidak ada, maka tidak mungkin ada Mens Rea-nya. Ini yang harus dipahami oleh polisi Lalu Lintas,” paparnya.

Baca Juga :  Operasi Zebra Otanaha 2024, Berikut Pelanggaran Yang Menjadi Sasaran

Sehingga ditegasnyakan Yosep bahwa Polisi yang tetap melakukan penilangan, ini sama halnya polisi tersebut melakukan pelanggaran hukum karena merampas kemerdekaan seseorang dijalan. Padahal dia memiliki STNK untuk mengendarai kendaraan motornya.

“Maka orang yang dirampas kemerdekaan itu, secara hukum mampu menuntut anda dengan melaporkan anda sebagai anggota kepolisian yang tidak paham hukum dengan Pasal 333 KUHP ancamananya 8 tahun penjara,” tandasnya.

Nah bagi anda pengendara yang merasa dirugikan dengan sikap oknum kepolisian yang menilang anda dengan pasal tersebut padahal STNK anda masih berlaku. Maka anda bisa melaporkan oknum anggota Kepolisian itu melalui unit Propam atau Provos di masing-masing Polres atau Polda di daerah anda tinggal.

Baca juga: Warga Buntulia Selatan Diduga Jadi Korban Senjata Tajam

Jika anda membutuhkan konsultasi hukum atau penanganan terhadap permasalahan hukum, anda bisa dapat menghubungi Advokat di kantor Advokat Arifuddin & Associates yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayat III Kelurahan Wongkaditi Barat Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo, atau di kantor Cabang di Wilayah Kota Kotamobagu. Bisa juga melalui nomor WhatsApp di nomor 085340112999.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dalam persoalan-persoalan hukum yang anda alami.

Tags: STNKTilang
Previous Post

Kementerian PANRB Evaluasi Pelaksanaan RB dan SAKIP Pemprov Gorontalo

Next Post

Memalukan, Oknum Aleg di Sumsel Pukul Perempuan di SPBU

Related Posts

Hukum & Kriminal

Ditreskrimsus Polda Gorontalo Serahkan Tersangka PETI Dam ke Kejaksaan 

Minggu 1 November 2026
Hukum & Kriminal

Klarifikasi Korlap TOMITA soal Dugaan Penjarahan di Camp PT Gorontalo Mineral

Minggu 1 November 2026
Hukum & Kriminal

“Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

Sabtu 31 Oktober 2026
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gorontalo Utara menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto.hms res gorut/tribratanews)
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Istri di Tolinggula, Tersangka Peragakan 19 Adegan

Sabtu 31 Oktober 2026
Hukum & Kriminal

Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

Sabtu 31 Oktober 2026
Hukum & Kriminal

Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

Sabtu 31 Oktober 2026
Next Post
Viral pengendara adu jontos di SPBU Palembang Sumsel. Pelakunya politisi senior Gerindra. [suarasumsel.id]

Memalukan, Oknum Aleg di Sumsel Pukul Perempuan di SPBU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kejati Tahan Eks Pj Gubernur Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat DPO, Oknum Notaris Hartati Haridji Diringkus Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.