GOPOS.ID, GORONTALO – Harga cabai yang ikut mendorong inflasi ternyata membawa dampak berbeda bagi petani. Pada September 2026, kenaikan harga cabai rawit bersama jagung ikut mengangkat Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo hingga mencapai 144,38, tertinggi di antara provinsi di Sulawesi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat NTP tersebut naik 10,89 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat., mengatakan indeks harga yang diterima petani pada September 2026 mencapai 191,31. Angka tersebut meningkat 14,79 persen dibandingkan Agustus 2026.
“Komoditas penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani pada September 2026 adalah cabai rawit dan jagung,” ungkap Agus Sudibyo saat merilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Di sisi lain, indeks harga yang dibayar petani juga mengalami kenaikan. Pada September 2026, Ib tercatat sebesar 132,50, atau naik 3,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tersebut antara lain dipengaruhi komoditas cabai rawit dan beras.
Jika dilihat berdasarkan subsektor, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada hortikultura, yakni sebesar 90,51 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya indeks pada kelompok sayur-sayuran, buah-buahan, serta tanaman obat.
“Komoditas yang dominan mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit, pisang, dan cabai merah,” ujar Agus Sudibyo.
Posisi NTP Gorontalo pada September 2026 juga menjadi yang tertinggi di Sulawesi. Gorontalo mencatat angka 144,38, disusul Sulawesi Barat 142,44, Sulawesi Utara 128,32, Sulawesi Selatan 125,94, Sulawesi Tenggara 115,56, dan Sulawesi Tengah 108,40.
Kenaikan NTP tersebut menunjukkan adanya peningkatan daya tukar dari hasil produksi yang diterima petani dibandingkan biaya yang harus mereka keluarkan. Pada September, kenaikan harga sejumlah komoditas pertanian, terutama cabai rawit dan jagung, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pergerakan NTP Gorontalo.(hasan/gopos)








