GOPOS.ID, GORONTALO – Kepergian tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, meninggalkan duka yang mendalam bagi berbagai kalangan.
Bagi Kepala Perum Bulog Kanwil Gorontalo, La Ode Sulaiman, almarhum bukan hanya seorang negarawan dan pengusaha yang sukses, tetapi juga sosok yang memiliki kepedulian sosial yang luar biasa terhadap masyarakat kecil.
Di mata La Ode Sulaiman, kepedulian Rachmat Gobel tidak pernah berhenti pada sebatas gagasan. Ia selalu memastikan bahwa kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut, kata La Ode, terlihat setiap bulan suci Ramadan. Hampir setiap tahun, puluhan ribu paket sembako disalurkan kepada masyarakat Gorontalo melalui berbagai jalur distribusi, sebagai upaya membantu warga memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Beliau belum lama saya kenal baik, namun almarhum adalah sosok yang selalu mengedepankan hak-hak rakyat. Yang selalu beliau pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat secara langsung. Setiap Ramadan, puluhan ribu paket sembako dibagikan kepada masyarakat Gorontalo. Itu bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kasih sayang beliau kepada daerah dan masyarakatnya,” ujar La Ode Sulaiman, Jumat (10/07/2026).
Menurutnya, kepedulian Rachmat Gobel terhadap masyarakat lahir dari pemahaman bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
La Ode mengaku selama mengenal almarhum, ia melihat sosok yang selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Baginya, kesejahteraan rakyat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap langkah pengabdian.
“Beliau memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi. Bahkan ketika berbicara mengenai program pembangunan, yang pertama kali dipikirkan adalah bagaimana rakyat mendapatkan manfaatnya. Itu yang membuat beliau berbeda,” katanya.
Sebagai pimpinan Bulog di Gorontalo, La Ode juga menilai perhatian Rachmat Gobel terhadap ketahanan pangan menjadi salah satu bentuk keberpihakannya kepada masyarakat. Almarhum memahami bahwa ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama.
Karena itu, berbagai program bantuan pangan maupun kegiatan sosial yang dijalankan selama ini selalu mendapat perhatian dari Rachmat Gobel. Ia meyakini bahwa negara harus hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
“Beliau selalu menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas. Hak-hak rakyat harus dijaga. Prinsip itulah yang terus beliau pegang selama mengabdi,” tutur La Ode.
Lebih dari itu, La Ode melihat Rachmat Gobel sebagai figur yang mampu menjembatani dunia usaha, pemerintahan, dan masyarakat dalam semangat gotong royong. Kepeduliannya tidak mengenal sekat politik maupun golongan. Siapa pun yang membutuhkan uluran tangan, selalu mendapat perhatian.
Kepergian Rachmat Gobel, lanjutnya, menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Gorontalo, tetapi juga bagi Indonesia. Sosok yang selama ini dikenal rendah hati, dekat dengan masyarakat, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat akan selalu dikenang melalui jejak-jejak pengabdiannya.
“Insya Allah, seluruh amal kebaikan beliau akan menjadi ladang pahala. Masyarakat Gorontalo menjadi saksi bagaimana beliau begitu mencintai daerah ini. Warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukan hanya pembangunan, tetapi juga teladan tentang bagaimana seorang pemimpin harus berpihak kepada rakyat,” tutup La Ode Sulaiman. (Isno/gopos)








