No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Kuasa Hukum Beberkan Dugaan Kejanggalan Penetapan DPO Warga Sulut di Sidang Praperadilan

Taslim Mamonto by Taslim Mamonto
Jumat 10 Juli 2026
in Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA – Sidang praperadilan yang diajukan Shesee Monicha Elshaday (SME), perempuan asal Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, kembali menghadirkan fakta-fakta baru. Tim kuasa hukum menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penyidikan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya hingga kliennya ditetapkan sebagai tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

 

Kuasa hukum menyebut SME tidak pernah menjalani pemeriksaan, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka, sebelum penetapan status hukum tersebut dilakukan. Selain itu, keluarga yang berdomisili di Kota Kotamobagu juga diklaim tidak pernah menerima surat pemanggilan maupun pemberitahuan resmi dari penyidik.

 

Menurut mereka, seluruh tahapan administrasi yang berkaitan dengan penetapan tersangka dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Pada 15 Desember 2025, penyidik disebut langsung menerbitkan surat penetapan tersangka, Daftar Pencarian Orang (DPO), surat bantuan pencarian orang, surat permohonan pencegahan ke luar negeri, hingga usulan penerbitan Red Notice Interpol.

 

Kuasa hukum SME, Very Dilapanga SH, menilai penerbitan empat dokumen penting dalam satu hari menunjukkan tidak adanya tahapan pemanggilan ataupun upaya pencarian terhadap kliennya sebelum status buronan ditetapkan.

 

“Seluruh dokumen diterbitkan pada hari yang sama. Klien kami langsung dijadikan tersangka, kemudian ditetapkan sebagai DPO dan diusulkan Red Notice. Menurut kami, prosedur sebagaimana diatur dalam Perkap Nomor 6 Tahun 2019 tidak dijalankan secara semestinya,” ujar Very usai mengikuti sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga :  Setelah Sekian Lama, Kursi Wakapolresta Gorontalo Kota Akhirnya Bertuan

 

Ia berpendapat penyidik telah mengabaikan hak-hak hukum kliennya. Menurutnya, seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap berhak memperoleh surat panggilan resmi serta kesempatan memberikan keterangan sebelum dilakukan tindakan lanjutan.

 

Very juga mempertanyakan alasan penyidik menetapkan SME sebagai buronan. Ia menegaskan kliennya tidak pernah berupaya menghindari proses hukum, sebab sejak sebelum perkara bergulir, SME diketahui bekerja di Kamboja dengan visa kerja dan izin tinggal yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah negara tersebut.

 

Atas kondisi itu, kuasa hukum menilai penyidik semestinya dapat melakukan pemanggilan melalui keluarga maupun berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Menurutnya, langkah tersebut tidak pernah dilakukan sebelum status DPO dan Red Notice diterbitkan.

 

Pihaknya juga mengungkap bahwa pada 14 April 2026 penyidik disebut telah menyampaikan permohonan maaf kepada ayah SME karena surat yang dikirim tidak sampai ke alamat tujuan. Namun, menurut Very, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut keterlambatan surat, melainkan menyangkut hak warga negara untuk memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Baca Juga :  Sebanyak 71 Penyuluh Pohuwato Kini Jadi Penyuluh Pusat

 

Selain itu, kuasa hukum mempersoalkan penggunaan data perlintasan dari Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai dasar penetapan DPO. Mereka menyatakan memiliki bukti bahwa SME telah meninggalkan Indonesia secara resmi sejak 26 Februari 2023 sehingga keberadaannya di luar negeri bukan merupakan bentuk pelarian dari proses hukum yang baru dimulai pada akhir November 2025.

 

Menurut mereka, data tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa SME melarikan diri dari penyidikan. Karena itu, dasar penerbitan DPO maupun usulan Red Notice dinilai masih perlu diuji melalui mekanisme praperadilan.

 

Sementara itu, dalam persidangan, tim kuasa hukum Polda Metro Jaya yang terdiri dari AKBP Iver Son Manossoh SH MH, Kombes Pol Abrianto Pardede SH, serta AKBP Julianthy SH MH menyerahkan sejumlah dokumen kepada hakim praperadilan Wisnu SH. Salah satu dokumen yang diajukan ialah surat dari Direktorat Jenderal Imigrasi mengenai data perlintasan SME yang disebut telah diterima penyidik sebelum penetapan tersangka dilakukan.

 

Hingga kini, proses praperadilan masih berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka beserta penerbitan DPO dan langkah hukum lain yang dilakukan penyidik terhadap SME. (**)

Previous Post

Jusuf Kalla Kenang Rahmat Gobel sebagai Sosok Baik, Ramah, dan Berjasa

Next Post

Jejak Kepedulian Almarhum Rachmat Gobel di Mata Kepala Bulog Gorontalo

Related Posts

Gorontalo

Jejak Kepedulian Almarhum Rachmat Gobel di Mata Kepala Bulog Gorontalo

Jumat 10 Juli 2026
Gorontalo

Jusuf Kalla Kenang Rahmat Gobel sebagai Sosok Baik, Ramah, dan Berjasa

Jumat 10 Juli 2026
Dewan Adat Gorontalo resmi memberikan gelar adat untuk Almarhum Rachmat Gobel, Jumat 10-7-2026.
Gorontalo

Gelar Adat untuk Almarhum Rachmat Gobel: Taa Lo’o Lamahe Lipu

Jumat 10 Juli 2026
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Gorontalo, H. Ekwan Ahmad
Gorontalo

Ekwan Ahmad: Gorontalo Kehilangan Putra Terbaiknya

Jumat 10 Juli 2026
Gorontalo

Polda Gorontalo Salat Gaib untuk Almarhum Rachmat Gobel 

Jumat 10 Juli 2026
Gorontalo

Rachmat Gobel akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Jumat 10 Juli 2026
Next Post

Jejak Kepedulian Almarhum Rachmat Gobel di Mata Kepala Bulog Gorontalo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Flash News: Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Jenazah Akan Dimakamkan di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Muhammad Junaeddy Johnny

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gorontalo Berduka, Idah Syahidah Rusli Habibie Sebut Almarhum Rachmat Gobel Orang Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rachmat Gobel akan Dimakamkan di TMP Kalibata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya Itu Kini Berpulang, Jejak Rachmat Gobel untuk Negeri dan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.