GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat saat Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamza Muslimin, menggelar reses di Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Senin malam (6/7/2026).
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi, mulai dari usulan bantuan hibah pembangunan masjid, minimnya lampu penerangan jalan, hingga terbatasnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Menanggapi usulan bantuan hibah rumah ibadah, Hamza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo memiliki program bantuan hibah. Namun, penyalurannya harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau bantuan hibah untuk masjid memang tersedia dari pemerintah provinsi. Namun prosesnya harus sesuai aturan dan tidak bisa diberikan dua kali kepada penerima yang sama. Semua usulan tentu akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme,” ujar Hamza.
Selain itu, warga juga mengeluhkan masih minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah titik di Kelurahan Leato Selatan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus berdampak pada aspek keamanan lingkungan.
Menjawab aspirasi itu, Hamza mengaku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo dan DPRD Kota Gorontalo untuk memastikan instansi yang memiliki kewenangan dalam pembangunan lampu penerangan jalan.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran. Tentu semuanya harus melalui proses perencanaan dan regulasi yang berlaku,” katanya.
Persoalan yang paling banyak mendapat perhatian dalam reses tersebut adalah terbatasnya kesempatan kerja bagi para pemuda di Leato Selatan. Warga berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat lokal dalam proses penerimaan tenaga kerja.
Menanggapi hal itu, Hamza menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja berjalan secara adil dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat.
“Saya akan meminta penjelasan dari pihak terkait. Kalau memang ada dugaan ketidakadilan dalam penerimaan tenaga kerja, tentu hal itu tidak boleh terjadi. Semua warga harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Hajir Bohungo berharap pemerintah segera merealisasikan pemasangan lampu penerangan jalan serta memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya para pemuda yang masih menganggur.
Menurutnya, kehadiran berbagai perusahaan di lingkungan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Reses berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh aspirasi masyarakat dicatat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan program serta anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo pada periode mendatang. (Rama/Gopos)








