No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Melayani 725 Juta Akses Kesehatan, Program JKN Perkokoh Fondasi SDM Unggul dan Ekonomi Indonesia

Ishak Noho by Ishak Noho
Kamis 2 Juli 2026
in Advetorial
0
Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan)

Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan peran vitalnya dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Hingga akhir tahun 2025, kepesertaan JKN telah menembus angka luar biasa, yakni sebanyak 282,7 juta jiwa atau mencakup 98,62 persen dari total seluruh penduduk Indonesia.

Sepanjang tahun itu pula, JKN mencatat rekor luar biasa dengan melayani lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, yang berarti ada rata-rata lebih dari 1,9 juta layanan kesehatan yang diakses masyarakat setiap harinya.

Tingginya angka ini merefleksikan kepercayaan yang semakin kuat dari publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa Program JKN kini bukan lagi sekadar sistem pembiayaan medis, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar utama dalam membangun kualitas manusia Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

Saat memaparkan Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, ia menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari program ini.

“Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Pujo.

Keberhasilan dalam menjangkau ratusan juta akses tersebut tidak lepas dari strategi BPJS Kesehatan yang terus memperkuat transformasi digital guna memudahkan para peserta.

Masyarakat kini dapat dengan mudah memanfaatkan berbagai kanal layanan, mulai dari Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, hingga Care Center 165.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Gorontalo Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Aksesibilitas digital tersebut ditopang oleh kesiapan infrastruktur fisik yang masif di lapangan, yang mencakup jejaring kemitraan luas dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang di seluruh penjuru tanah air.

Dari aspek pengelolaan keuangan dan tata kelola organisasi, BPJS Kesehatan menunjukkan performa yang sangat solid.

Hingga akhir 2025, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan tercatat sebesar Rp30,04 triliun, sebuah angka yang dinilai aman untuk memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan ke depan sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, hasil investasi dari DJS Kesehatan mampu menyumbang angka Rp3,94 triliun.

Atas transparansi dan akuntabilitas tersebut, BPJS Kesehatan kembali sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Lembaga ini juga meraih berbagai penilaian prestisius lainnya, termasuk skor tata kelola organisasi 97,67, skor maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC) 4,01, skor Baldrige Excellence Framework (BEF) 685, serta skor 80,48 dari Survei Penilaian Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menariknya, dampak positif Program JKN ternyata meluas hingga ke sektor perekonomian makro nasional.

Berdasarkan kajian mendalam dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), program ini terbukti berkontribusi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun dan membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 3,5 juta orang melalui efek berganda di sektor industri jasa kesehatan, makanan-minuman, serta layanan sosial.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Beasiswa Bagi JKK dan JKM

Hebatnya lagi, JKN tercatat berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari jerat kemiskinan pada periode 2018–2019, sekaligus memproteksi 16 juta jiwa lainnya dari risiko kemiskinan akibat pengeluaran biaya kesehatan yang tak terduga.

Kajian tersebut juga menemukan fakta bahwa setiap kenaikan satu persen kepesertaan JKN berkorelasi langsung pada peningkatan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen dan memperpanjang angka harapan hidup masyarakat hingga tiga tahun.

Kendati menorehkan segudang prestasi, tantangan besar tetap membayangi keberlanjutan program ini.

Pada sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan menggelontorkan biaya pelayanan kesehatan yang fantastis, mencapai Rp191,3 triliun.

Mirisnya, sebanyak 26,42 persen dari total anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk membiayai penyakit katastropik, jenis penyakit berat yang sebenarnya mayoritas dapat dicegah sejak dini melalui deteksi dini serta penerapan pola hidup yang sehat.

Pujo menekankan bahwa besarnya tantangan pembiayaan ini menuntut kesadaran bersama agar kesinambungan program dapat terus terjaga dengan baik.

Pada akhir pemaparannya, Pujo mengingatkan bahwa seluruh pencapaian besar yang telah diraih ini merupakan buah dari komitmen kolektif, dan ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat kebersamaan ini demi masa depan Indonesia.

“Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN tetap berkelanjutan. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimis dapat membangun masyarakat yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (Adv/gopos)

Tags: BPJS Kesehatan JemberJKN
Previous Post

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Next Post

Pertamina dan Hiswana Migas Bekali Operator SPBU, Perkuat Layanan dan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Related Posts

Rangkaian acara Launching Mobil Cinta di RSD Balung, Kamis (8/10/2026). (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan KC Jember)
Advetorial

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Apresiasi Mobil Cinta Pemkab Jember

Kamis 8 Oktober 2026
Advetorial

Layanan JKN Makin Praktis, Warga Jember Rasakan Manfaat Sistem Digital BPJS Kesehatan

Jumat 2 Oktober 2026
Advetorial

Biaya Pembiayaan Penyakit Jantung JKN Capai Rp17,4 Triliun di Jember

Kamis 1 Oktober 2026
Advetorial

Pemkot Kotamobagu Raih Apresiasi Regional Sulawesi untuk Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

Sabtu 19 September 2026
Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)
Advetorial

Puskesmas Umbulsari Raih Juara 1 Nasional, Bukti Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Peserta JKN

Rabu 16 September 2026
Pemeriksaan tes urine bagi karyawan Pani Gold Mine.(Istimewa)
Advetorial

Tes Urine, Ratusan Karyawan Pani Gold Mine Dinyatakan Negatif Narkotika

Rabu 16 September 2026
Next Post

Pertamina dan Hiswana Migas Bekali Operator SPBU, Perkuat Layanan dan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.