GORONTALO GORONTALO – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Gorontalo yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus di Grand Palace Convention Center (GPCC), Selasa (17/6/2026), bukan sekadar agenda konsolidasi partai.
Di balik kemegahan acara yang menuai banyak pujian itu, terselip pesan politik yang kuat dimana kekuatan partai harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya slogan dan retorika.
Panitia pelaksana, Rakhmatiyah Deu, menegaskan keberhasilan Rakerwil menjadi bukti bahwa soliditas kader NasDem Gorontalo berada dalam kondisi yang kuat dan siap menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Ini bukan hanya soal acara yang berlangsung meriah, tetapi menunjukkan bahwa kader NasDem di Gorontalo memiliki kapasitas, disiplin, dan kekompakan dalam menjalankan kerja-kerja politik,” ujar Rakhmatiyah.
Menurutnya, kehadiran jajaran DPP Partai NasDem, unsur Forkopimda, serta ratusan kader dari berbagai daerah menunjukkan bahwa NasDem Gorontalo tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
Namun, yang paling mencuri perhatian dalam Rakerwil kali ini bukan hanya kemegahan panggung atau jumlah peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Sebanyak 400 kader tampil seragam mengenakan kemeja karawo, warisan budaya khas Gorontalo yang seluruh proses pembuatannya melibatkan tangan-tangan pengrajin lokal.
Bagi Rakhmatiyah, keputusan menggunakan karawo secara massal bukan sekadar simbol budaya.
Langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan politik yang konkret kepada masyarakat kecil, khususnya para pelaku ekonomi kreatif dan pengrajin daerah.
“Politik harus menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, karawo yang dipakai hari ini dibuat langsung oleh pengrajin Gorontalo. Ratusan pesanan yang dikerjakan memberi dampak ekonomi nyata bagi mereka,” tegasnya.
Ia menjelaskan, proses produksi ratusan kemeja karawo tersebut difasilitasi oleh Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo, Rahmat Gobel.
Menurut dia, langkah itu menunjukkan bahwa politik tidak boleh berhenti pada pidato dan janji, melainkan harus mampu menciptakan ruang pemberdayaan bagi masyarakat.
“Pak Rahmat Gobel tidak hanya mengajak masyarakat mencintai budaya daerah, tetapi juga memastikan budaya itu memberi nilai ekonomi bagi rakyat. Inilah politik yang bekerja dan menghasilkan manfaat,” katanya.
Keunikan tersebut bahkan mendapat sorotan langsung dari Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa.
Dalam sambutannya, ia menyebut Gorontalo sebagai daerah pertama yang menggelar pelantikan partai dengan menggunakan pakaian khas daerah secara serentak.
“Satu-satunya pelantikan yang menggunakan kemeja khas daerahnya adalah Gorontalo. Ini sangat keren,” ujar Saan.
Rakerwil NasDem Gorontalo akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kegiatan yang spektakuler dari sisi penyelenggaraan.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana kekuatan politik dapat diterjemahkan dalam kerja nyata, memperkuat identitas daerah, menggerakkan ekonomi rakyat, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Di tengah kritik publik terhadap praktik politik yang kerap berhenti pada narasi dan pencitraan, NasDem Gorontalo berupaya menunjukkan pesan berbeda bahwa politik yang kuat adalah politik yang mampu memberi dampak langsung bagi rakyat. (Isno/gopos)







