GOPOS.ID, GORONTALO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geografi (BMKG) Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo memprediksi sepekan kedepan Gorontalo bakal dilanda hujan yang disertai dengan petir.
Frankie Rizky Stevent, Prakirawan Cuaca di Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, menginformasikan bahwa wilayah Gorontalo saat ini berada dalam masa peralihan musim (pancaroba), yang berpotensi meningkatkan terjadinya cuaca ekstrem.
Kondisi cuaca di Provinsi Gorontalo dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik regional maupun lokal. Dari sisi regional, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini berada pada fase 3 berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Indonesia, termasuk Gorontalo.
Di sisi lokal, dalam dua hari terakhir terpantau adanya konvergensi atau perlambatan kecepatan angin serta belokan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara lembap.Â
“Hal ini mengakibatkan kelembapan udara pada lapisan rendah hingga lapisan atas atmosfer menjadi cukup tinggi, mendukung pembentukan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan,” ujarnya dihubungi gopos.id, Jumat sore (15-5-2026)
Lanjutnya, Hasil analisis data model cuaca menunjukkan bahwa dalam satu minggu ke depan, Provinsi Gorontalo masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir/guntur dan angin kencang.
Pihak BMKG menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta berhati-hati saat beraktivitas di tengah hujan maupun cuaca ekstrem. Diharapkan masyarakat juga menghindari berteduh atau beraktivitas di bawah pohon-pohon tua atau yang rawan tumbang, mengingat telah terjadi beberapa kejadian pohon tumbang di wilayah Gorontalo akibat cuaca buruk dalam dua hari terakhir. (Putra/Gopos)








