GOPOS.ID, DENGILO — Program pengadaan kandang ayam yang dibiayai melalui anggaran Desa Karya Baru, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp250.650.000 itu dinilai belum memberikan manfaat nyata hingga tahun 2026.
Sejumlah warga mengaku resah lantaran kandang ayam yang dibangun dari dana desa tersebut terlihat terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Mereka mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang tergolong besar, namun tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.
“Anggarannya besar, tapi manfaatnya tidak terasa di masyarakat,” ujar salah satu warga setempat.
Sebelumnya kandang ayam itu di bangun pada tahun 2023, namun kondisi fisik kandang ayam sangat memprihatinkan, apalagi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material bambu itu dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang telah dialokasikan. Bahkan, muncul dugaan penggunaan dana tidak sesuai peruntukan, meski hal tersebut masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Karya Baru, Supriyanto Baino, menjelaskan kandang ayam tersebut sempat dioperasikan dengan populasi sekitar 3.000 ekor ayam pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan 1.000 ekor pada periode berikutnya.
Namun, menurutnya, pengelolaan oleh kelompok yang ditunjuk tidak berjalan maksimal, sehingga usaha tersebut tidak berkembang sebagaimana diharapkan.
“Kelompok pengelola tidak maksimal dalam menjalankan usaha. Bahkan saya sendiri harus turun langsung memberi pakan ayam,” ujar Supriyanto, Rabu (06/05/2026).
Terkait besaran anggaran, Supriyanto menyebut dana yang dialokasikan justru masih kurang untuk mendukung pembangunan dan operasional kandang ayam secara optimal.
“Anggaran Rp250 juta itu sebenarnya masih kurang, meskipun kandang dibuat dari bambu,” ungkap Supriyanto
Diketahui, proyek pengadaan kandang ayam ini direncanakan akan diaudit oleh tim Inspektorat. Namun hingga kini, hasil audit tersebut belum juga dipublikasikan, meski program tersebut telah berjalan selama beberapa tahun. (Yusuf/Gopos)








