GOPOS.ID, GORONTALO – Kampus kerakyatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kedatangan tamu istimewa. Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai melakukan kunjungan resmi dalam rangka dialog strategis sekaligus penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat Gorontalo, khususnya mahasiswa, Rabu (1/4/2026)
Kehadiran Menham RI disambut langsung oleh Rektor UNG, Eduart Wolok bersama jajaran pimpinan universitas. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen UNG sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam orasi ilmiahnya, Natalius Pigai memaparkan secara mendalam tentang hakikat kehadiran HAM di muka bumi. Ia menjelaskan bahwa sebelum negara hadir, manusia kerap menjadi ancaman bagi sesamanya.
“HAM hadir untuk melindungi keadilan bagi mereka yang membutuhkan. Ia ada di bumi untuk menjaga kedigdayaan ciptaan Tuhan. Jika dulu manusia bisa menjadi sosok yang jahat bagi manusia lainnya, maka kini HAM hadir sebagai ‘pagar’ untuk menjaga keutuhan dan kelestarian manusia sebagai ciptaan mulia,” tegasnya.
Menurut Pigai, pemahaman yang kuat tentang HAM akan membentuk mahasiswa menjadi agen perubahan yang kritis, berkarakter, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, terutama di era digital.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran dan penegakan HAM, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan seperti perundungan, diskriminasi, hingga ketidakadilan sosial.
Sementara itu, Rektor UNG Eduart Wolok menyambut baik gagasan yang disampaikan Menham RI. Ia menilai, kehadiran kementerian HAM di kampus memberikan energi positif bagi sivitas akademika untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai HAM dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Diskusi hari ini menjadi pengingat bahwa kampus harus menjadi laboratorium peradaban yang sadar akan hak asasi. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai keadilan,” pungkas Eduart. (Rama/Gopos)








