GOPOS.ID, GORONTALO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menggelar Bazar Ramadan di Galeri UMKM Olaku, Kota Gorontalo, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini dibuka Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang menegaskan komitmen pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan siap memanfaatkan momentum Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) pada Juni mendatang.
Dalam sambutannya, Gusnar memaparkan skema pembinaan UMKM secara bertahap. Tahap pertama menyasar pelaku usaha pemula melalui bantuan modal kecil sebagai pemicu usaha. Tahap berikutnya adalah proses kurasi dan tambahan modal bagi UMKM yang dinilai potensial. Sementara pada tahap akhir, pelaku usaha didorong menjadi mandiri dan bankable agar mampu mengakses pembiayaan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya secara langsung.
“Pemerintah tidak perlu berdagang, tetapi membuka peluang. Ketika peluang terbuka dan orang banyak datang, ekonomi pasti berputar,” ujar Gusnar.
Ia menilai momentum Penas Petani Nelayan yang akan digelar di Gorontalo dengan proyeksi sekitar 33.000 peserta dari seluruh Indonesia menjadi peluang besar bagi UMKM lokal. Selain penjualan langsung, pelaku usaha juga didorong memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
Gusnar juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kreatif yang disebutnya sebagai “ekonomi sapu jagat” karena mencakup berbagai sektor, mulai dari seni, budaya, hingga hiburan yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi. Ia meminta BI terus mengawal pengembangan UMKM sekaligus sektor ekonomi kreatif agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan daerah.
Selain penguatan UMKM, pemerintah provinsi tengah menyiapkan program hilirisasi ayam terintegrasi dengan alokasi anggaran Rp1,4 triliun. Dari 12 provinsi pelaksana program nasional tersebut, Gorontalo memperoleh alokasi terbesar. Konsep industri dirancang dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan DOC (Day Old Chicken), produksi pakan, hingga penyembelihan modern di rumah potong hewan. Skema pengelolaan akan dibagi 30 persen untuk industri dan 70 persen bagi masyarakat serta pondok pesantren guna memperluas manfaat ekonomi.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Satya Permana, menjelaskan Bazar Ramadan tahun ini melibatkan 288 peserta, terdiri atas 175 pelaku UMKM dan 113 partisipasi masyarakat. Berbeda dari tahun sebelumnya, bazar kali ini menonjolkan produk pertanian organik hasil pesantren mitra BI dan kelompok tani binaan.
Menurut Bambang, metode pertanian organik tersebut mampu meningkatkan produktivitas lebih dari 50 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, pendekatan ini mendorong ekonomi sirkular karena petani memproduksi pupuk secara mandiri.
Galeri UMKM Olaku difungsikan sebagai pusat pengembangan usaha, tidak hanya sebagai ruang pamer produk unggulan, tetapi juga sebagai pusat peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing dari sisi kualitas dan kuantitas. BI menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Dekranasda, dan KDEKS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang inklusif dan berkelanjutan.
Bazar Ramadan diharapkan menjadi penggerak awal perputaran ekonomi menjelang bulan suci sekaligus pijakan memperkuat daya saing UMKM lokal menghadapi agenda nasional di daerah.(Winang/Mg-Gopos)








