GOPOS.ID, TILAMUTA – Kasus kematian tragis seorang siswi kelas VI sekolah dasar di Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, belum menemui titik terang.
Korban yang diketahui bernama Ramna Ilato alias Deis diduga menjadi korban tindak kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh secara sadis.
Peristiwa yang mengguncang warga Kecamatan Paguyaman Pantai itu kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Boalemo terus melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik kematian bocah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak, mengungkapkan hingga saat ini telah memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi, guna menyelidiki pelaku atas kematian itu.
“Kita sudah memeriksa sembilan saksi atas kejadian ini. Proses penyelidikan masih terus berjalan,” ujar Nurwahid, Selasa (17/02/2026)
Meski demikian, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu karena polisi masih menunggu hasil autopsi dari tim medis guna memastikan penyebab pasti kematian korban, serta menguatkan dugaan tindak pidana yang terjadi.
“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena kita masih menunggu hasil autopsi. Hasil itu akan sangat menentukan langkah penyidikan selanjutnya,” jelas Nurwahid
Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengumpulan keterangan para saksi, penyidik menduga kuat keterlibatan satu orang dalam peristiwa tersebut. Namun, kepastian mengenai jumlah pelaku masih akan ditentukan setelah hasil autopsi resmi diterima.
“Satu orang diduga kuat terkait dengan kematian korban. Sisanya masih menunggu hasil autopsi besok hari. Dari hasil itu nanti akan diketahui apakah pelakunya satu orang atau lebih,” tegas Nurwahid
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya telepon genggam milik korban, serta pakaian milik salah satu saksi yang kini tengah menjalani pemeriksaan forensik.
“Kami sudah mengamankan barang bukti berupa handphone korban dan pakaian salah satu saksi, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Nurwahid.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi memastikan akan bekerja secara profesional, objektif, dan transparan hingga kasus ini terungkap sepenuhnya.
“Hasil autopsi akan menjadi kunci untuk menentukan konstruksi perkara ini, termasuk berapa pelaku yang terlibat,” tutup Nurwahid (Yusuf/Gopos)








