GOPOS.ID, GORONTALO – Halidin La Bidu, Kasi OPS Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam pencarian korban hilang di sungai Paguyaman, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.
Pencarian terhadap Sumitra (20 tahun) dan anaknya, Akbar Diangi (9 tahun), telah memasuki hari kedua tanpa hasil yang memuaskan. Hingga sore ini, tim pencarian menghadapi kondisi yang sangat sulit.
“Arus sungai Paguyaman yang deras dan keruh membuat upaya pencarian semakin menantang,” tegas Halidin dalam wawancaranya.
Operasi pencarian selanjutnya dijadwalkan untuk dilaksanakan besok pagi pukul 06.30 wita. Tim akan dibagi menjadi dua kelompok; kelompok pertama akan mencari dari lokasi kejadian hingga muara sungai, sementara kelompok kedua akan melakukan penyisiran bantaran sungai secara manual dan memanfaatkan drone termal untuk membantu pencarian.
Saat ini, total korban yang masih dalam pencarian adalah dua orang. Tim pencarian terdiri dari delapan orang, didukung oleh TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat dan keluarga korban.
Kendala cuaca dan kondisi sungai yang tidak bersahabat menjadi tantangan utama dalam usaha pencarian ini. (Putra/Gopos)







