GOPOS.ID, Gorontalo – Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuka rangkaian kegiatan WUWATE 2025 dengan seminar ilmiah bertema “Penggunaan Sianida dalam Industri Pertambangan: Perspektif Kimia, Teknik, dan Lingkungan”, Sabtu (26/10/2025), di Aula Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo.
Ketua Panitia, Abdul Galang Albert, menjelaskan nama “WUWATE” diambil dari bahasa Gorontalo yang berarti “besi”, melambangkan semangat kuat dan pantang menyerah. Filosofi itu menjadi dasar semangat HIMKA dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut.
Acara dibuka oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitriyane Lihawa, M.Si., ditandai dengan pemukulan gong, disaksikan Ketua Jurusan Kimia, Hendri Iyabu, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan I, Dr. Teddy Machmud, M.Pd., Wakil Dekan III, Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan Pani Gold Project, Reza Sjafirman.
Dalam sambutannya, Reza Sjafirman dari Department External Affairs Pani Gold Project menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMKA yang mengangkat tema pertambangan dari sudut pandang ilmiah dan multidisipliner. “Kami berharap kerja sama dengan HIMKA UNG bisa terus terjalin, karena tema ini relevan dengan kebutuhan dunia industri,” ujarnya.
Pada sesi seminar, Senior Processing Manager Pani Gold Project, Budi Hartono, mengungkapkan perusahaan kini memasuki masa produksi dan membutuhkan banyak tenaga kerja dari berbagai disiplin, terutama bidang kimia. “Kami menyiapkan puluhan hingga ratusan tenaga ahli kimia murni untuk bidang metalurgi,” katanya.
Ia menjelaskan, kehadiran lulusan kimia sangat penting dalam menjamin keamanan dan efisiensi proses ekstraksi emas yang melibatkan reaksi kompleks antara emas dan sianida. Menurutnya, peluang kerja bagi lulusan kimia terbuka lebar di bidang kontrol kualitas, analisis laboratorium, hingga pengelolaan limbah.

Dari sisi akademik, Guru Besar Kimia Anorganik UNG, Prof. Dr. Akram La Kilo, M.Si., menjelaskan reaksi kimia yang terjadi dalam proses ekstraksi emas menggunakan sianida, serta risiko biokimia yang dapat timbul. Sementara itu, Prof. Dr. Sukirman Rahim, M.Si., menyoroti pentingnya pengawasan limbah tambang dan penerapan standar K3, khususnya pada kegiatan tambang rakyat yang masih menjadi penyumbang pencemaran lingkungan.
Melalui seminar ini, HIMKA UNG berhasil mempertemukan dunia kampus dengan industri pertambangan. Dari ruang diskusi ilmiah, mahasiswa kimia kini melihat peluang konkret untuk berperan dalam pengolahan emas dan pembangunan berkelanjutan.
Semangat “besi” dalam WUWATE 2025 menjadi simbol bahwa HIMKA UNG tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga membuka jalan menuju karier profesional bagi mahasiswa kimia Gorontalo.







