No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menyiapkan Generasi Z Mahir Digital serta Mental yang Sehat

Hasan by Hasan
Kamis 30 Mei 2024
in Menyapa Nusantara
0
Sensus penduduk 2020 mencatat Generasi Z mendominasi jumlah penduduk Indonesia dari total populasi sebesar 270,2 juta jiwa. (Foto:Antaranews)

Sensus penduduk 2020 mencatat Generasi Z mendominasi jumlah penduduk Indonesia dari total populasi sebesar 270,2 juta jiwa. (Foto:Antaranews)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Generasi Z, sekelompok orang lahir pada rentang tahun 1997 hingga tahun 2012 yang tumbuh di era digital, menjadi generasi paling terpelajar dan mahir digital sehingga mengalahkan generasi yang pernah ada.

Generasi tersebut tumbuh dengan menggunakan ponsel pintar, internet, dan media sosial sejak mereka masih sangat muda sehingga mereka memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Sensus penduduk 2020 mencatat Generasi Z mendominasi jumlah penduduk Indonesia dari total populasi sebesar 270,2 juta jiwa. Generasi Z yang lahir antara tahun 1997-2012 sebanyak 74,93 juta jiwa (27,94 persen), disusul Generasi Milenial yang lahir antara antara 1981 dan 1996 dengan jumlah populasi sebesar 69,38 juta jiwa (25,87 persen).

Corey Seemiller dan Meghan Grace, penulis buku Generation Z: A Century in the Making, menyebut Gen Z adalah generasi yang menghargai keberagaman serta dibentuk oleh perubahan sosial dan teknologi.

Gen Z adalah generasi pertama yang tumbuh dengan smartphone dan media sosial. Anak-anak muda alias Gen Z yang jadi populasi terbanyak di dunia memiliki karakteristik yang dapat menjadi peluang dalam hidup mereka.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI), Tara De Thouars, menuturkan generasi Z adalah orang-orang yang punya pemikiran lebih terbuka sehingga bisa menghargai berbagai pandangan dan mudah menerima keberagaman.

Tara memaparkan, berdasarkan studi yang dilakukan oleh McKinsey (2018), perilaku Gen Z dapat dikelompokkan ke dalam empat komponen besar. Salah satunya adalah Gen Z disebut sebagai “the undefined ID”, dimana generasi ini menghargai ekspresi setiap individu tanpa memberi label tertentu.

Pencarian akan jati diri, membuat Gen Z memiliki keterbukaan yang besar untuk memahami keunikan tiap individu.”Anak muda kalau melihat sesama Gen Z berani menunjukkan keunikan mereka lewat ketertarikan yang mereka jalan. Bahkan itu jadi daya tarik untuk ditunjukkan ke dunia,” jelas dia.

Karakteristik pikiran terbuka ini bisa menjadi peluang untuk gen Z dalam menjalankan apa yang mereka sukai. Gen Z bisa menunjukkan apa keunikan mereka masing-masing hingga membuka banyak pintu peluang.

Gen-Z bukan hanya konsumen pasif konten digital, mereka juga berperan aktif sebagai produsen, menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk berbagi kreasi kreatif. Kemampuan adaptasi mereka terhadap fitur digital terbaru dan keahlian dalam mengatasi tantangan teknologi menempatkan mereka di garis depan inovasi digital.

Baca Juga :  Penyaluran KUR Capai Rp126,3 Triliun hingga Juli 2023

 

Minus bahagia

Gen Z adalah generasi yang lahir dengan kemajuan teknologi pesat sehingga kondisi tersebut menyebabkan generasi Z dinilai memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah bahkan generasi ini cenderung rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

World Happiness Report 2024 menyoroti tingkat kebahagiaan penduduk muda yang berusia di bawah 30 tahun. Termasuk di dalamnya milenial, yang lahir antara 1981 hingga 1996 dan Gen Z yang lahir antara 1997 hingga 2012. Dalam laporan tersebut diungkapkan bahwa penduduk muda di sejumlah negara kurang bahagia dibandingkan dengan penduduk tua di atas 60 tahun, atau generasi baby boomers yang lahir pada 1946 – 1964.

Sedangkan dari sebuah survei lainnya dilakukan oleh Gallup bersama dengan Walton Family Foundation ini mengumpulkan data lebih dari 2.000 orang Amerika dari Generasi Z (usia 12 hingga 26 tahun) meringkas bahwa Gen Z mengalami masa yang lebih sulit dibandingkan generasi sebelumnya pada usia mereka.

Orang-orang Gen Z yang berusia 18 hingga 26 tahun cenderung tidak menilai kehidupan mereka secara positif dibandingkan generasi yang lebih tua ketika mereka berada dalam rentang usia tersebut.

Penelitian baru dari studi Gallup-Walton Family Foundation Voices of Gen Z, yang dikembangkan bersama pakar kebahagiaan Arthur C. Brooks, menawarkan lebih banyak wawasan kepada kelompok Gen Z itu dan menyarankan cara untuk meningkatkan kebahagiaan mereka.

Laporan tersebut menemukan bahwa sekitar tiga perempat dari Gen Z – anak-anak dan dewasa muda yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 – mengatakan mereka sangat bahagia (25 persen) atau agak bahagia (48 persen).

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa selain seperempat dari Gen Z yang tidak bahagia, sekitar seperempat dari Gen Z tidak selalu merasa bahwa hidup mereka penting, sekitar setengahnya sering merasa cemas, dan kira-kira satu dari lima sering merasa depresi.

Bagi Kelompok ini melakukan aktivitas sehari-hari yang mereka anggap menarik, memotivasi, atau penting dapat memberi generasi Z jalan yang dapat diandalkan menuju kebahagiaan.

Selain itu, survei tersebut menemukan bahwa tidur yang cukup dan periode relaksasi yang cukup selama seminggu merupakan faktor yang dapat memprediksi kebahagiaan Gen Z secara keseluruhan. Meskipun survei ini dilakukan kepada G Z di Amerika Serikat, perilaku tersebut terjadi secara universal.

Baca Juga :  Kemenkes Siapkan Lebih Dari 2.000 Beasiswa Medis Tahun Ini

 

Bonus Demografi

Di balik sederet kekurangan yang dikaitkan dengan keterbatasan berinteraksi sosial dan masalah kesehatan mental, Generasi Z tetap dinilai jauh lebih unggul dan visioner.

Selain Gen Z menjadi kelompok paling melek teknologi, kemahiran digital yang dimiliki telah membuka wawasan dalam menyikapi permasalahan yang berkembang mulai dari lingkup terkecil sampai pada isu global.

Bila generasi sebelumnya sering kali terjebak dalam pengelolaan privasi digital yang buruk, maka berbeda halnya dengan generasi Z yang tumbuh dengan pemahaman yang tajam tentang batas antara publik dan pribadi di dunia maya.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia Tara de Thouars, BA, M.Psi mengatakan bahwa Gen Z menjadi kelompok usia yang paling rentan mengalami masalah mental sehingga memerlukan dukungan yang tepat termasuk dari keluarga agar potensi dirinya keluar.

“Semua Gen Z punya ciri, karakter yang kuat. Kalaupun potensi itu ada tapi tidak didukung, tidak dipupuk ya tidak akan keluar,” kata Tara beberapa waktu lalu.

Tara mengingatkan Gen Z menghadapi banyak tantangan. Walaupun begitu, mereka tetap mencoba tetap produktif dan menjaga kesehatan mentalnya.

Peran orang tua dan pembuat kebijakan menjadi sangat penting untuk memberi pengaruh psikologi dalam pendidikan bagi generasi Z dengan aktif mendukung kesehatan mental serta kepercayaan diri mereka.

Generasi Z menjadi tumpuan masa depan yang kelak membawa Indonesia pada era Emas 2045. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Bonus demografi menjadi masa keemasan bagi usia 15-64 tahun, termasuk Gen Z yang dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik untuk menghapus kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, serta kriminalitas yang tinggi memasuki satu abad usia Indonesia tercinta.(Antara)

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

Menteri Pertanian Beri 100 Hektar Benih Jagung untuk Gorontalo 

Next Post

Alfamidi Segera Buka Gerai di Kabupaten Gorontalo

Related Posts

Sejumlah anak didik Madrasah Ibtidaiyah Swasta Alkhairaat Toro mengikuti pelajaran tentang bijak menggunakan internet dan digitalisasi di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Selasa (13/10/2026). Sekolah Internet Komunitas yang didirikan pada 2024 memiliki semangat membangun desa digital agar terhubung dan maju di berbagai lini. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Menyapa Nusantara

Menilik Sekolah Internet Komunitas dari pelosok Tanah Celebes

Kamis 15 Oktober 2026
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) dan Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Galeri 2 AHC, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Anggah)
Menyapa Nusantara

ANTARA-Perumnas Kolaborasi Perkuat Informasi Hunian

Selasa 13 Oktober 2026
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Menyapa Nusantara

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Minggu 11 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

Minggu 11 Oktober 2026
Peserta Maganghub Batch II ikuti pengarahan Kementerian Hukum secara daring di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Kanwil Kemenkum Kalteng)
Menyapa Nusantara

Magang Usai, Berburu Pekerjaan Dimulai

Sabtu 10 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, menandatangani penetapan biaya haji dalam rapat panja BPIH 2027, Rabu (7/10/2026). (Foto: Foto : Mares/Andri/DPRRI)
Menyapa Nusantara

Pelunasan Haji 2027 Turun Jadi Rp23 Juta

Jumat 9 Oktober 2026
Next Post
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Branch Manager PT Midi Utama Indonesia TBK, Achmad Basuki usai menandatangani kerja sama, Rabu (29/5/2024).

Alfamidi Segera Buka Gerai di Kabupaten Gorontalo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jeffry Rumampuk: Solidaritas ASN untuk Wali Kota Harus Dilihat Proporsional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.