GOPOS.ID, GORONTALO – Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026.
Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti coaching dan pelepasan. Pembekalan ini menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman terkait tema KKN, penyusunan program kerja, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika kehidupan masyarakat di desa.
Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., mengatakan KKN Tematik Tahap II 2026 melibatkan sebanyak 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
Ribuan mahasiswa tersebut akan disebar ke 102 desa yang berada di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.
“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” jelas Rosbin.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., meminta mahasiswa tidak memandang KKN hanya sebagai kewajiban akademik.
Menurutnya, KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di desa.
Eduart juga mengingatkan mahasiswa agar terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, serta kebutuhan masyarakat sebelum menjalankan program kerja.
“Manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa,” pesan Eduart.
Ia menegaskan, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari terlaksananya seluruh program kerja. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta meninggalkan manfaat yang dapat dilanjutkan setelah masa pengabdian berakhir.
“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang ada,” tegasnya.
KKN Tematik Tahap II Tahun 2026 akan berlangsung selama 45 hari. Selama masa pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pencegahan narkoba, penanganan stunting, serta penguatan pangan keluarga.
Melalui kolaborasi mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Tematik Tahap II UNG diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia. (Rama/Gopos)








