GOPOS.ID, POPAYATO – Aktivitas pelabuhan PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) berpotensi menggusur lokasi wisata Lalape Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Pasalnya, Lalape termasuk empat objek wisata di Kabupaten Pohuwato yang sering dikunjungi wisatawan.
Wisata Lalape terancam hilang karena keberadaan proyek wood pellet yang ada di wilayah barat Kabupaten Pohuwato. Padahal, wisata pantai Lalape ikut menyumbang kontribusi berupa PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pun selang waktu Januari hingga bulan September 2023, sudah Rp10,9 juta dari yang ditargetkan Rp15 juta.
Menurut Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pohuwato Herman Abdullah, mereka sangat tidak rela jika objek wisata akan hilang. Pemerintah daerah tentu akan berupaya mempertahankan wisata pantai itu.
“Kami Dinas Pariwisata tetap mempertahankan tempat wisata itu, jadi pantai wisata Lalape itu tetap ada, belum hilang,” ujar Herman belum lama ini.
“Bahkan di RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kabupaten, itu tetap kami cantumkan, karena tempat itu sudah lama menghidupi masyarakat di sana,” tambahnya.
Apalagi Herman menjelaskan wisata Pantai Lalape termasuk empat objek wisata yang jumlah kunjungan wisatawan paling banyak.
“Kalau itu hilang, maka kunjungan wisata akan hilang,” pungkasnya.(Yusuf/Gopos)