GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Orang tua siswi korban dugaan perundungan senior meminta keadilan kepada pihak SMA Terpadu Wira Bhakti.
Isna Nalole, salah satu orang tua siswi menyampaikan berdasarkan keterangan anaknya kejadian tersebut tidak separah seperti kabar yang beredar luas.
Namun dirinya mengaku kejadian dugaan kekerasan yang dilakukan oleh senior anaknya di salah satu sekolah unggulan Gorontalo tersebut memang terjadi.
Menurut pengakuan anaknya, para siswi sering mendapatkan perintah langsung dari senior seperti menyediakan makanan dan lain sebagainya.
“Bukan berarti saya memihak sekolah apa yang mereka dapatkan tetap membutuhkan keadilan,” tegasnya ketika ditemui di depan SMA Terpadu Wira Bhakti, Bone Bolango, Senin (13/5/2024).

Kata Isna, secara pribadi dirinya sebagai orang tua tidak menginginkan peristiwa tersebut terjadi apalagi menimpa anaknya, terlebih ini terjadi di lingkungan sekolah.
“Kekerasan di dalam sekolah itu bisa ditoleransi, (asal) kekerasan itu tidak melewati batas. Saya tanyakan ke anak saya ia masih ingin kembali ke sekolah tersebut dan ingin menuntut keadilan,” tegasnya.
Isna menginginkan agar semua pihak bisa mencari solusi yang terbaik atas kejadian ini, sebab dirinya yakin pihak sekolah punya jalan terbaik.
“Entah semua orang tua setuju, namun saya pribadi ingin menyelesaikan ini secara kekeluargaan,” ujar Isna menerangkan.
“Untuk kekerasan secara fisik, saya tidak bisa mendetail walaupun ada yang ingin saya keluhkan. Tapi saya tidak bisa sampaikan,” tutupnya.(Putra/Gopos)