GOPOS.ID, MANADO – Sekretaris Daerah Bone Bolango mengingatkan, target pembangunan daerah yang tidak tercapai tidak cukup hanya dicatat dalam laporan evaluasi. Ia menginstruksikan untuk menelusuri penyebabnya hingga jelas, agar pemerintah mengetahui letak persoalan dan segera mengambil langkah korektif.
Bagi Sekda Iwan Mustapa, penyimpangan antara target dan realisasi pembangunan harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memeriksa kembali pelaksanaan program. Evaluasi tidak boleh berhenti pada penyajian angka capaian, tetapi harus mampu menjelaskan mengapa target meleset dan apa yang perlu diperbaiki.
Dia menegaskan, ketika realisasi kegiatan tidak sejalan dengan target kinerja, pemerintah perlu mengurai persoalannya secara konkret. Apakah hambatan muncul dalam pelaksanaan kegiatan, ketidaktepatan langkah yang diambil, atau karena program yang dijalankan belum mampu mendorong capaian sesuai sasaran.
“Penelusuran itu penting agar penyimpangan target tidak berulang tanpa penyelesaian. Tanpa mengetahui akar persoalan, pemerintah berisiko mengulangi pendekatan yang sama, sementara target pembangunan tetap tidak tercapai,” tegas Iwan Mustapa saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Bimbingan Teknis Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Bone Bolango, di Aryaduta Hotel Manado, Selasa (13/10/2026).
Iwan menekankan, hasil evaluasi harus diikuti langkah perbaikan yang jelas. Penyebab penyimpangan perlu diidentifikasi, tindak lanjut ditetapkan, penanggung jawab ditentukan, dan batas waktu penyelesaian dipastikan. Dengan begitu, setiap persoalan yang ditemukan memiliki arah penyelesaian, bukan sekadar menjadi catatan administratif.
Pengendalian dan evaluasi, dalam konteks ini, menjadi instrumen untuk mendeteksi hambatan sekaligus mengoreksi jalannya pembangunan sebelum persoalan berlarut-larut. Perangkat daerah dituntut tidak hanya menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, tetapi juga mempertanggungjawabkan capaian yang belum memenuhi target beserta upaya perbaikannya.
Bagi Panglima ASN Bone Bolango itu, evaluasi harus menghasilkan jawaban yang terukur yaitu target mana yang meleset, apa penyebabnya, dan tindakan apa yang dilakukan untuk memperbaikinya. Sebab, penyimpangan yang hanya dicatat tanpa ditindaklanjuti tidak akan menyelesaikan persoalan pembangunan. (Firsa/Gopos)








