No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Hari Santri 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri

Alexa by Alexa
Minggu 11 Oktober 2026
in Jember
0
Suasana Pembukaan Hari Santri Nasional 2026 di alun-alun Jember

Suasana Pembukaan Hari Santri Nasional 2026 di alun-alun Jember

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi dalam pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu (10/10/2026) malam.

Di tengah kemeriahan acara yang diiringi lantunan lagu religi, Gus Fawait mengajak masyarakat mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap hanya berkiprah dalam bidang keagamaan.

Menurutnya, pendidikan pesantren justru membekali santri dengan nilai-nilai pengabdian yang dapat menjadi modal penting untuk menempati berbagai posisi strategis.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah.

Ia menilai, kesetaraan tidak cukup disampaikan melalui pidato, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang membuka peluang bagi santri untuk berkembang.

Baca Juga :  Bupati Jember Dukung Investasi Klinik di Wilayah Pinggiran, Warga Silo Didorong Lebih Mudah Berobat

Salah satu upaya yang disorot ialah program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember. Fasilitas tersebut diharapkan membantu santri berprestasi melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an. Prestasi akademik maupun nonakademik juga perlu mendapatkan pengakuan.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Selain pendidikan, perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesantren juga diwujudkan melalui program pelayanan kesehatan. Ia menyebut warga ber-KTP Jember dapat mengakses pengobatan gratis di rumah sakit seluruh Indonesia.

Pemkab Jember juga menghadirkan Mobil Cinta untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk memfasilitasi pengantaran pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.

Bagi Gus Fawait, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga :  Homecare Belum Diluncurkan, Nakes Jember Sudah Datangi Rumah Lansia di Pakusari

Ia juga mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab lebih luas daripada mendalami ilmu agama, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil bagian dalam menghadapi tantangan negara.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Ia menegaskan, santri berhak memperoleh perhatian yang adil dalam penggunaan anggaran daerah, termasuk untuk pendidikan dan program pembangunan lainnya.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Jember berharap santri semakin memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas, meraih prestasi, serta berperan dalam pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.(kur)

Tags: Bupati JemberGus FawaitHari Santri Nasional
Previous Post

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Next Post

UIN Sultan Amai Gorontalo Bedah Buku Reset Indonesia, Soroti Keadilan Ekologis dalam Ekonomi Syariah

Related Posts

Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyampa warga Jenggawah
Jember

Gowes ke Pendopo, Gus Fawait Sosialisasikan Jaminan Berobat Gratis bagi Warga Jember

Senin 12 Oktober 2026
Bupati Jember Muhammad Fawait mengantarkan langung ke Rumah Sakit Soebandi Jember
Jember

Gus Fawait Turun Langsung Tangani Lansia Penderita Luka Kaki Kronis di Sumberbaru

Minggu 11 Oktober 2026
Kepala dinas Sosial Berama Tim wadul Gus'e gerak cepet datangi warga luka kronis di kaki selama 15 tahun
Jember

Pemkab Jember Turun Tangan, Lansia dengan Luka Kaki 15 Tahun Disiapkan Rujukan ke Dokter Spesialis

Minggu 11 Oktober 2026
Bupati Jember Muhammad Fawait menghadiri grand opening Klinik Grand Medika Silo di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Sabtu (10/10/2026).
Jember

Bupati Jember Dukung Investasi Klinik di Wilayah Pinggiran, Warga Silo Didorong Lebih Mudah Berobat

Sabtu 10 Oktober 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Jember, Ning Ghyta, saat berkunjung ke rumah Elisa, balita dengan kategori stunting
Jember

Ning Ghyta Sambangi Rumah Warga Penerima Homecare, Perjuangkan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Sabtu 10 Oktober 2026
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama rombongan saat pemberangkatan perdana mobil cinta
Jember

Gus Fawait Luncurkan Mobil Cinta, Pasien Kurang Mampu Kini Bisa Pulang Gratis dari Rumah Sakit

Kamis 8 Oktober 2026
Next Post
Bedah buku Reset Indonesia bertajuk “Bumi Bukan Komoditas: Menimbang Keadilan Ekologis dalam Perspektif Ekonomi Syariah” oleh Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Sultan Amai Gorontalo, Minggu (11/10/2026)

UIN Sultan Amai Gorontalo Bedah Buku Reset Indonesia, Soroti Keadilan Ekologis dalam Ekonomi Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.