GOPOS.ID, GORONTALO – Tim gabungan Bea Cukai, TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Polair mengamankan 80 karung yang diduga berisi bahan kimia sianida yang disebut berasal dari Filipina, dalam operasi di wilayah Molangato, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, hingga Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Kamis (25/9/2026).
Informasi yang dihimpun gopos.id, selain mengamankan puluhan karung yang diduga berisi sianida, petugas juga mengamankan tiga orang, satu unit truk, 11 jerigen kosong, serta satu unit kapal tanpa nama yang diduga digunakan untuk mengangkut barang tersebut.
Informasi mengenai dugaan pengiriman bahan kimia itu diperoleh tim gabungan melalui informasi pada 23 September 2026. Petugas kemudian melakukan koordinasi dan bergerak menuju wilayah Tolinggula, Gorontalo Utara.
Dalam operasi tersebut, kapal patroli Bea Cukai BC 30006 bergerak dari Bitung, Sulawesi Utara, menuju perairan Gorontalo Utara untuk memberikan dukungan pengejaran.

Pada Jumat (25/9) sekitar pukul 02.31 WITA, tim memperoleh informasi bahwa kapal yang diduga membawa bahan kimia tersebut telah masuk ke Pantai Lango, Molangato, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dan melakukan pembongkaran barang.
Tim darat kemudian bergerak menuju lokasi. Namun, ketika tiba sekitar pukul 03.14 WITA, kapal dan barang yang sebelumnya dilaporkan sedang dibongkar telah meninggalkan lokasi.
Petugas selanjutnya melakukan pengejaran terhadap sebuah truk yang diduga mengangkut barang hasil pembongkaran dari kapal tersebut. Truk akhirnya berhasil diamankan setelah memasuki sebuah gudang di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan tiga orang, masing-masing SAS (31), yang mengaku sebagai pemilik barang, AK (22), sopir truk, serta AA (25), kenek truk.
Pada saat bersamaan, kapal patroli BC 30006 melakukan pengejaran terhadap kapal yang diduga selesai melakukan pembongkaran di perairan Molangato.
Petugas berhasil menghentikan kapal tanpa nama berwarna oranye, putih, dan biru tersebut. Dari enam orang anak buah kapal (ABK), empat orang diketahui melompat ke laut saat dilakukan pengejaran.
Dua orang kemudian berhasil ditemukan dan diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian. Salah satu dari dua orang yang masih dicari disebut merupakan nakhoda kapal.
Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan selanjutnya dibawa ke Pos Polairud Tolinggula untuk penanganan lebih lanjut.
Barang bukti tersebut terdiri atas 80 karung yang diduga berisi sianida, 11 jerigen kosong, satu unit truk bernomor polisi DM 8023 FA, serta satu unit kapal tanpa nama.
Saat ini kapal diamankan di Pelabuhan Kwandang, sementara 80 karung yang diduga berisi sianida, satu unit truk, dan 11 jerigen kosong dibawa ke Lanal Gorontalo untuk proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas masih melakukan pendalaman terkait asal-usul, tujuan pengiriman, serta kandungan sebenarnya dari bahan kimia yang diamankan tersebut. Hingga berita ini dilansir belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib. (Isno/gopos)








