GOPOS.ID, GORONTALO — Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo terus berupaya mengembangkan kreativitas warga binaan melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu dengan aktivitas produktif, tetapi juga untuk menghasilkan beragam kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dipasarkan kepada masyarakat.
Dalam program pembinaan kemandirian ini, warga binaan secara aktif terlibat dalam pembuatan berbagai produk kerajinan, seperti gelang tangan dan bunga hias berbahan manik-manik, tas rajut, gantungan kunci dari tali kur, serta bunga hias yang memanfaatkan limbah jagung. Setiap produk tersebut dihasilkan dengan mengedepankan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan yang dimiliki oleh warga binaan.
Hasil karya dari warga binaan ini kemudian dipasarkan melalui berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline. Mereka juga berpartisipasi dalam stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pameran di berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan di wilayah Gorontalo. Hal ini menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Gorontalo untuk memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan agar lebih mandiri dan produktif.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Dini Oktari, menekankan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada bagaimana hasil karya warga binaan dapat memiliki nilai ekonomi dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. “Kami terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan yang produktif. Harapannya, hasil karya mereka tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga memiliki nilai jual dan dapat menjadi bekal kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dini.
Dini juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas akses pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui berbagai kegiatan pameran, UMKM, maupun platform pemasaran lainnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk dan memberikan peluang lebih besar bagi warga binaan untuk berkontribusi dalam masyarakat setelah menjalani masa pemasyarakatan.
Dengan langkah-langkah ini, Lapas Perempuan Gorontalo tidak hanya berperan dalam rehabilitasi, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kemandirian yang lebih baik. (Putra/Gopos)








