GOPOS.ID, GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mematangkan rencana kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi KemenP2MI dan BP2MI ke Gedung Rektorat UNG, Senin (21/9). Pertemuan tersebut membahas sejumlah substansi dalam draf Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi dasar kerja sama kedua lembaga.
Selain membahas isi MoU, pertemuan juga diarahkan untuk mempersiapkan aspek teknis menuju agenda penandatanganan kerja sama.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., mengatakan pertemuan tatap muka tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan berbagai poin kesepahaman sebelum dokumen kerja sama difinalisasi.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto.
Ia menjelaskan, penyelarasan substansi diperlukan agar kerja sama yang dibangun memiliki arah dan ruang lingkup yang jelas. Dengan demikian, kolaborasi yang disepakati nantinya dapat diimplementasikan secara optimal oleh kedua pihak.
Pembahasan dilakukan secara bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan masing-masing institusi.
“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas,” terangnya.
Bagi UNG, penguatan kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, maupun penguatan kerja sama kelembagaan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pijakan awal menuju kemitraan yang lebih konkret antara UNG dan KemenP2MI.
Melalui kerja sama yang akan dibangun, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional. (Rama/Gopos)








