GOPOS.ID, PULUBALA — Akses warga Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, yang sebelumnya terganggu akibat ambruknya jembatan karena banjir, kini kembali terbantu dengan hadirnya jembatan Bailey sepanjang 42 meter.
Jembatan rangka baja tersebut difasilitasi Pani Gold Mine bersama Pemerintah Daerah sebagai langkah tanggap darurat untuk memulihkan konektivitas masyarakat setelah jembatan Pulubala ambruk akibat bencana banjir pada April 2025, penggunaan jembatan Bailey itu resmi ditandai dengan pemotongan pita pada Sabtu (15/8/2026).
Jembatan ini menjadi akses sementara bagi masyarakat, terutama untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jembatan ini diharapkan membawa dampak positif yang luas untuk Gorontalo dan tentunya bagi Indonesia. Kehadiran Pani Gold Mine bukan hanya untuk menambang, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat Gorontalo,” ujar Boyke.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu akses yang menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, perikanan, serta mobilitas warga.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengapresiasi dukungan Pani Gold Mine yang dinilai membantu mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana.
“Jembatan ini sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga lalu lintas harian. Bantuan peminjaman jembatan ini sangat membantu masyarakat agar geliat ekonomi bisa kembali berjalan,” katanya.
Mikson berharap keberadaan jembatan sementara tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.
Jembatan Bailey ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara terhadap persoalan akses, tetapi juga membantu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga yang sempat terdampak akibat terputusnya jalur penghubung. (Yusuf/Gopos)








