No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Transformasi Koperasi Menjadi Soko Guru Ekonomi yang Berdaya Saing

Hasan by Hasan
Senin 13 Juli 2026
in Menyapa Nusantara
0
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 itu bertemakan Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar/pri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 itu bertemakan Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar/pri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Lucky Akbar *)

Perubahan lanskap ekonomi global menuntut Indonesia tidak hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi produktivitas nasional. Di tengah persaingan ekonomi digital, ketidakpastian geopolitik, dan kebutuhan mempercepat transformasi menuju negara berpendapatan tinggi, koperasi kembali memperoleh relevansi sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi rakyat.

Sejak awal kemerdekaan, koperasi ditempatkan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Konsep tersebut menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan modal besar, tetapi juga harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku utama ekonomi.

Saat ini setelah beberapa dekade melakukan pembangunan, Indonesia memiliki basis ekonomi rakyat yang sangat besar. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang sekitar 60 persen lebih produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir seluruh tenaga kerja di sektor usaha. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi persoalan struktural berupa skala usaha kecil, keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya posisi tawar dalam rantai pasok, serta rendahnya pemanfaatan teknologi.

Di sinilah koperasi memiliki peran strategis. Koperasi dapat menjadi institusi yang mengonsolidasikan kekuatan ekonomi rakyat agar usaha kecil tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui koperasi, pelaku usaha dapat memperoleh efisiensi melalui pembelian bersama, akses pasar yang lebih luas, pembiayaan yang lebih terjangkau, hingga pengembangan produk berbasis kebutuhan pasar.

Namun, koperasi masa depan tidak dapat dibangun dengan pendekatan lama. Transformasi koperasi harus diarahkan menjadi organisasi ekonomi modern yang profesional, berbasis data, memanfaatkan teknologi digital, dan mampu terintegrasi dengan rantai nilai nasional maupun global.

Produktivitas Kelembagaan

Tantangan terbesar koperasi Indonesia saat ini bukan sekadar jumlah koperasi, melainkan kualitas kelembagaannya. Selama ini, ukuran keberhasilan koperasi masih sering dilihat dari jumlah koperasi aktif dan jumlah anggota. Padahal, indikator yang lebih penting adalah seberapa besar koperasi mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggotanya.

Laporan OECD Economic Surveys: Indonesia 2024 menegaskan bahwa tantangan utama Indonesia menuju negara maju adalah peningkatan produktivitas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil di kisaran 5 persen perlu didukung oleh peningkatan inovasi, kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, dan reformasi kelembagaan.

Dalam konteks tersebut, koperasi harus mengalami perubahan paradigma. Koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi yang menjalankan kegiatan simpan pinjam, tetapi sebagai mesin penggerak produktivitas anggota.

Koperasi pertanian, misalnya, harus mampu bergerak dari sekadar tempat pengumpulan hasil panen menjadi pengelola rantai nilai pertanian. Hal yang sama berlaku bagi koperasi nelayan, koperasi pekerja kreatif, maupun koperasi sektor jasa. Kuncinya adalah membangun skala ekonomi bersama, sehingga anggota memperoleh manfaat yang tidak mungkin dicapai secara individual.

Karena itu, reformasi tata kelola menjadi kebutuhan mendesak. Koperasi modern harus menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Pengurus harus memiliki kemampuan manajerial dan pemahaman bisnis, sementara pengawasan harus diperkuat melalui sistem digital dan audit yang kredibel.

Baca Juga :  Infografik: Antisipasi Ancaman Siber Pilkada 2024

Ekosistem Digital

Era digital memberikan peluang besar bagi koperasi untuk melakukan lompatan transformasi. Teknologi memungkinkan koperasi membangun model bisnis baru yang lebih efisien, transparan, dan mampu menjangkau anggota dalam skala yang jauh lebih luas.

Namun, digitalisasi koperasi tidak boleh dipahami hanya sebagai pembuatan aplikasi atau pemindahan layanan administrasi ke platform daring. Transformasi digital sesungguhnya adalah perubahan cara koperasi menciptakan nilai ekonomi.

Sebagai contoh, koperasi yang menaungi petani dapat menggunakan data produksi anggota untuk memprediksi kebutuhan pasar, mengatur distribusi, memperoleh pembiayaan berbasis rekam transaksi, serta menjalin hubungan langsung dengan pembeli besar. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi lembaga perantara, tetapi menjadi pengendali ekosistem usaha.

OECD menilai digitalisasi merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas Indonesia. Namun, manfaat teknologi hanya dapat diperoleh apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan penguatan kelembagaan.

Karena itu, transformasi digital koperasi harus mencakup tiga aspek utama. Pertama, pembangunan infrastruktur teknologi yang mudah digunakan anggota. Kedua, peningkatan literasi digital pengurus dan anggota. Ketiga, pengembangan tata kelola berbasis data yang menjamin transparansi dan keterbukaan.

Indonesia memiliki modal besar melakukan transformasi tersebut. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, penetrasi internet yang terus meningkat, serta ekonomi digital yang menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara, koperasi memiliki peluang menjadi penghubung jutaan pelaku ekonomi rakyat ke dalam ekosistem digital nasional.

Momentum Kebijakan

Transformasi koperasi saat ini memiliki momentum kebijakan yang kuat. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat ekonomi rakyat, terutama melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Selama ini, banyak desa memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, hingga industri kreatif, tetapi belum sepenuhnya terkonsolidasi karena keterbatasan akses pasar, pembiayaan, teknologi, dan manajemen usaha.

Kehadiran koperasi desa dan kelurahan dapat menjadi solusi apabila dirancang sebagai pusat agregasi ekonomi lokal. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi anggota, tetapi menjadi simpul yang menghubungkan produksi masyarakat dengan pasar yang lebih luas.

Pemerintah saat ini sudah menyelesaikan 83.000 akte badan hukum serta menuntaskan pembangunan 15.845 KDMP secara 100 persen, yang mencakup bangunan fisik gedung kantor, gudang, gerai, serta alat kelengkapannya. Sedangkan jumlah KDMP yang tengah dibangun selanjutnya sebanyak 19.539 dari total kurang lebih 35.000 dari target yang direncanakan.

Oleh karena itu, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak boleh hanya diukur dari jumlah badan hukum yang terbentuk atau jumlah koperasi yang diresmikan. Ukuran yang lebih substansial adalah meningkatnya produktivitas masyarakat desa, bertambahnya pendapatan anggota, terciptanya lapangan kerja, berkurangnya ketergantungan pada rantai distribusi yang panjang, serta meningkatnya nilai ekonomi produk lokal.

Baca Juga :  Doa untuk Indonesia Damai

Agar tujuan tersebut tercapai, koperasi desa harus dibangun dengan pendekatan ekosistem. Koperasi perlu terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan, perguruan tinggi, perusahaan teknologi, industri pengolahan, serta jaringan pasar nasional dan global.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan adanya pendampingan jangka panjang. Banyak program ekonomi masyarakat gagal bukan karena gagasannya tidak baik, melainkan karena berhenti pada tahap pembentukan tanpa penguatan kapasitas organisasi, dalam hal profesionalisme dan kaderisasi pengurus, akses teknologi, serta model bisnis yang berkelanjutan.

Penguatan Strategis

Transformasi koperasi bukan hanya pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan strategis Indonesia dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi yang stabil perlu diikuti peningkatan produktivitas, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai tambah.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa koperasi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi besar apabila dikelola dengan prinsip bisnis modern. Di Spanyol, Mondragon Corporation menjadi contoh bagaimana koperasi dapat tumbuh menjadi kelompok usaha global. Mondragon bergerak di sektor manufaktur, teknologi, keuangan, pendidikan, dan riset. Keberhasilannya dibangun melalui investasi jangka panjang pada inovasi, pendidikan anggota, serta pengembangan sumber daya manusia.

Di Korea Selatan, National Agricultural Cooperative Federation (NACF) menunjukkan bagaimana koperasi dapat memperkuat sektor pertanian melalui integrasi berbagai layanan. NACF tidak hanya memberikan pembiayaan kepada petani, tetapi juga mengelola distribusi, pemasaran, logistik, asuransi, hingga layanan perbankan. Dengan model tersebut, petani memperoleh posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai ekonomi.

Sementara itu, Selandia Baru memberikan contoh melalui Fonterra, koperasi susu yang dimiliki oleh ribuan peternak dan berkembang menjadi salah satu pemain utama industri susu global. Keberhasilannya menunjukkan bahwa koperasi dapat bersaing di pasar internasional ketika mampu membangun skala ekonomi, inovasi, dan jaringan pemasaran.

Dari berbagai pengalaman tersebut terdapat satu pelajaran penting: koperasi yang berhasil bukanlah koperasi yang bergantung pada perlindungan, tetapi koperasi yang mampu bersaing melalui profesionalisme, efisiensi, dan inovasi.

Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk membangun model koperasi modern. Jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, basis UMKM yang mencapai puluhan juta unit usaha, bonus demografi, serta perkembangan ekonomi digital menjadi fondasi yang sangat kuat.

Namun, potensi tersebut harus diikuti perubahan cara pandang, makna koperasi sebagai soko guru ekonomi tidak lagi cukup dipahami sebagai konsep ideal yang tertulis dalam sejarah pembangunan Indonesia. Makna tersebut harus diwujudkan melalui kemampuan koperasi menciptakan produktivitas, memperkuat daya saing, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

*) Dr M Lucky Akbar, ASN Kemenkeu dan dosen praktisi kebijakan publik

Previous Post

Kesempatan Emas! Pemkab Boltara Buka Bantuan Awal Studi 2026

Next Post

DPRD Bonebol Minta Pemda Segera Realisasi Program Daerah

Related Posts

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) dan Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Galeri 2 AHC, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Anggah)
Menyapa Nusantara

ANTARA-Perumnas Kolaborasi Perkuat Informasi Hunian

Selasa 13 Oktober 2026
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Menyapa Nusantara

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Minggu 11 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

Minggu 11 Oktober 2026
Peserta Maganghub Batch II ikuti pengarahan Kementerian Hukum secara daring di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Kanwil Kemenkum Kalteng)
Menyapa Nusantara

Magang Usai, Berburu Pekerjaan Dimulai

Sabtu 10 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, menandatangani penetapan biaya haji dalam rapat panja BPIH 2027, Rabu (7/10/2026). (Foto: Foto : Mares/Andri/DPRRI)
Menyapa Nusantara

Pelunasan Haji 2027 Turun Jadi Rp23 Juta

Jumat 9 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto menekan sirine sebagai tanda peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV, Total Investasi Proyek IWIP Rp180 T

Kamis 8 Oktober 2026
Next Post

DPRD Bonebol Minta Pemda Segera Realisasi Program Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.