GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengusulkan program bantuan untuk 21 Kelompok Tani Kakao dan 56 Kelompok Tani Jagung yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kota Kotamobagu.
Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan seluruh proposal bantuan tersebut telah diajukan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan saat ini tinggal menunggu proses penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
“Proposal bantuan sudah kami serahkan ke Kementerian Pertanian RI. Sekarang tinggal menunggu jadwal penyerahannya,” ujar Piter.
Menurutnya, program bantuan tersebut akan mencakup pengembangan lahan pertanian yang cukup luas. Untuk komoditas kakao direncanakan seluas 100 hektare, sementara jagung mencapai 288 hektare.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi para petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kota Kotamobagu.
“Tujuan utama dari usulan bantuan ini untuk meningkatkan taraf perekonomian petani di Kota Kotamobagu,” tambahnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari para petani. Salah satu petani kakao mengaku optimistis terhadap prospek komoditas kakao yang dinilai memiliki nilai jual tinggi serta permintaan pasar yang terus meningkat.
“Tanaman kakao atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai pohon coklat sangat menjanjikan. Harga jualnya juga cukup baik dan bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kami berterima kasih kepada Pemkot Kotamobagu yang terus memperhatikan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan petani jagung. Menurutnya, jagung masih menjadi salah satu komoditas unggulan dengan peluang pasar yang besar, baik untuk kebutuhan pakan ternak maupun industri makanan.
“Permintaan jagung cukup tinggi karena dibutuhkan untuk pakan ternak dan industri makanan. Kami berharap bantuan dari pemerintah pusat bisa segera disalurkan,” ujar salah satu petani jagung.








