GOPOS.ID, GORONTALO –Â Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa seluruh kader Ansor dan Banser di wilayah Gorontalo tetap solid dan berada dalam satu komando mengikuti arahan Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, terkait dinamika yang berkembang mengenai kasus kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Zulkarnaen Ahmad, dalam forum Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) telah menyampaikan secara tegas instruksi organisasi agar seluruh kader tetap menjaga kedisiplinan organisasi dan tidak mengambil sikap secara pribadi yang dapat membawa nama organisasi tanpa arahan resmi dari pimpinan pusat.
Menurutnya, GP Ansor adalah organisasi kader yang menjunjung tinggi prinsip komando dan soliditas. Oleh karena itu, seluruh kader Ansor dan Banser di Gorontalo diminta tetap berada dalam satu barisan serta mengikuti arahan dan kebijakan resmi yang disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor.
PW GP Ansor Gorontalo juga menegaskan bahwa setiap kader diharapkan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik, khususnya di media sosial, serta tidak terlibat dalam polemik yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap sikap resmi organisasi.
“Mengimbau seluruh kader untuk terus menjaga marwah organisasi, memperkuat solidaritas, serta tetap fokus pada pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” kata Zulkarnaen.(adm03gopos)








