GOPOS.ID, GORONTALO – Pasca perhelatan Pemilihwan Walikota (Pilwako), kabar mengejutkan datang dari Andi Ilham. Salah satu kandidat calon wakil wali kota Gorontalo itu tiba-tiba mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Padahal sebelumnya, partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu menjadi kendaraannya saat mencalonkan diri di Pilwako Gorontalo belum lama ini.
Saat dikonfirmasi Gopos.id, Andi Ilham membenarkan ihwal pengunduran dirinya. Andi Ilham mengatakan pengunduran dirinya tidak ada kaitan sama sekali dengan perolehan suara di Pilwako kemarin. Pria kelahiran Makassar itu mengatakan alasan utama dirinya mengundurkan diri karena ingin fokus pada pengembagan unit usaha miliknya.
“Saya ingin fokur mengembangkan usaha,” ujarnya saat dikonfirmasi via Whatsapp, kamis (03/04/25).
Lebih jauh, Andi mengatakan pengunduran dirinya seharusnya bukan sesuatu yang bikin heboh. Pasalnya, di internal PDI-P dirinya hanya sebagai kader biasa dan bukan pengurus.
Saat dikonfirmasi terkait masa depan karir politiknya, Andi belum bisa memastikan akan pensiun dini dari dunia politik atau tidak. Hanya saja, Andi mengakui pasca pengunduruan dirinya dari PDI-P, sudah ada beberapa Partai Politik (Parpol) yang menawarkan untuk meminang Andi menjadi anggotanya.
“Sejauh ini, saya belum dapat memastikan akan masuk Parpol manapun. Masih ingin fokus usaha,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pengurus DPD PDI-P Gorontalo, Veny Rosdiana Anwar mengatakan tidak mengetahui perihal pengunduran diri Andi Ilham. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu mengatakan sejauh ini, pihaknya belum menerima surat pengunduran diri dari Andi.
“Belum ada masuk di DPD. Tapi mungkin sudah masuk di DPC PDI-P Kota Gorontalo,” kata Veny.
Veny menjelaskan, secara administratif pengunduran diri kader PDI-P harus memasukkan surat pengunduran diri. Serelah itu, pengurus cabang akan meneruskan surat tersebur ke DPD PDI-P. (Abin/Gopos)