GOPOS.ID, GORONTALO – Fluktuasi harga bahan pokok memengaruhi angka inflasi di Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu menjelang ramadan dan lebaran idulftri nanti, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo mengimbau pedagang tak naikkan harga.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Rahmanto Lahili, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di pasar tradisional dan modern dilingkungan Kabupaten Gorontalo, harga barang pokok sempat mangalami inflasi.
Meski demikian, ketersedian bahan pokok menjelang ramadhan masih dalam keadaan aman, sehingganya warga tak perlu khawatir.
“Berdasarkan instruksi presiden, memasuki bulan Ramadhan hingga idul fitri harus menstabilkan harga. Tadi juga kita sudah memperingatkan kepada pedagang untuk tidak menjual dengan harga di atas Harga ECER Tertinggi (HET), hanya saja untuk minyak goreng untuk wilayah Gorontalo tidak ada distributornya,” terang Rahmantoli.
Rahmantoli menerangkan, bahwa distributor atau sumbernya minyak goreng sendiri terutama minyak kita, berasal dari luar daerah yakni Manado, yang dimana itu yang memicu harganya naik.
“Karena biaya transportasi juga berpengaruh terhadap harga jual yang ada di Gorontalo,” singkatnya.
Adapun harga bahan lainnya seperti Bawang, Rica dan Tomat sendiri, untuk stok wilayah atau lokal Gorontalo sendiri, lanjut Rahmantoli, memang masih kurang , terutama cabai (rica), dan rata-rata berasal dari wilayah Sulawesi Tengah yakni palu.
“Berdasarkan informasi saat ini, memang untuk lokal, kita kekurangan untuk stok cabe (rica), jadi hanya mengandalkan dari palu Sulawesi Tengah. Untuk itu, dengan kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi saat ini, tentu berpengaruh pada kenaikan harga,” ungkapnya.
Terakhir untuk stok beras di kabupaten Gorontalo masih terhitung aman terkendali, mengingat, untuk bulan Maret nanti para petani juga masih akan melakukan panen raya. (Uki/Gopos)